Puluhan Anak-anak dan Orang Tua Dilaporkan Tewas dalam Pembantaian yang Dilakukan Junta Militer Myanmar

- Senin, 27 Desember 2021 | 19:43 WIB
Dalam foto milik Karenni Nationalities Defense Force (KNDF), tampak asap dan api mengepul dari kendaraan di kotapraja Hpruso, negara bagian Kayah, Myanmar, Jumat, 24 Desember 2021. Pasukan pemerintah Myanmar menangkap penduduk desa, beberapa diyakini wanita dan anak-anak, menembak mati lebih dari 30 orang dan membakar mayat-mayat itu, kata seorang saksi mata dan laporan lainnya, Sabtu. (AP)
Dalam foto milik Karenni Nationalities Defense Force (KNDF), tampak asap dan api mengepul dari kendaraan di kotapraja Hpruso, negara bagian Kayah, Myanmar, Jumat, 24 Desember 2021. Pasukan pemerintah Myanmar menangkap penduduk desa, beberapa diyakini wanita dan anak-anak, menembak mati lebih dari 30 orang dan membakar mayat-mayat itu, kata seorang saksi mata dan laporan lainnya, Sabtu. (AP)

HALUAN PADANG - Pasukan Junta Militer Myanmar dilpaorkan telah membunuh lebih dari 30 orang, termasuk orang tua, wanita dan anak-anak di negara bagian Kayah, Myanmar, pada Jumat (24/12) lalu. Foto-foto yang dibagikan oleh kelompok hak asasi manusia dan media lokal menunjukkan sisa-sisa tubuh hangus di bak truk yang terbakar.

Militer Myanmar dalam pernyataannya, menganggap penembakan dan pembunuhan tersebut sebagai tindakan terhadap “teroris bersenjata”, seperti dilaporkan oleh media lokal. 

Baca Juga: Maaf Penggemar Teori Konspirasi, Hitler Memang Mati di Jerman Bukan di Indonesia

Sebaliknya, Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni, salah satu dari beberapa milisi sipil terbesar yang menentang para jenderal yang memimpin kudeta 1 Februari, mengatakan yang tewas bukanlah anggota mereka tetapi warga sipil yang mencari perlindungan dari konflik.

"Kami sangat terkejut melihat semua mayat dengan ukuran berbeda, termasuk anak-anak, wanita, dan orang tua," kata seorang komandan dari kelompok itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Al Jazeera.

Seorang warga, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan, mengatakan dia mengetahui kebakaran pada Jumat malam tetapi tidak bisa pergi ke tempat kejadian karena ada penembakan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Resmi! Harga LPG Nonsubsidi Naik 7,5 Persen, Ini Harga Terbarunya

“Saya pergi untuk melihat pagi ini. Saya melihat mayat-mayat yang dibakar, dan juga pakaian anak-anak dan perempuan berserakan,” katanya kepada Reuters melalui telepon.

Kelompok Hak Asasi Manusia Karenni yang saat ini tengah berada di Myanmar mengatakan mereka menemukan mayat orang-orang yang terbakar termasuk orang tua, wanita dan anak-anak di dekat desa Mo So di kota Hpruso. Mereka semua dibunuh tentara Junta Militer Myanmar.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

X