Gabriel Boric, Aktivis Kiri yang Jadi Presiden Chile di Usia 35 Tahun

- Kamis, 23 Desember 2021 | 18:15 WIB
Gabriel Boric Presiden Terpilih Chile (zonabantenpikiranarakyat)
Gabriel Boric Presiden Terpilih Chile (zonabantenpikiranarakyat)

HALUAN PADANG - Kurang lebih sepuluh tahun lalu, seorang mahasiswa hukum tahun akhir berpenampilan urakan memimpin kawan-kawannya turun ke jalan. Saat itu mereka menuntut pemerintah Chile menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua orang. Demonstrasi mashasiswa di tahun 2011 itu, merupakan salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah Chile saat ribuan mahasiswa turun ke jalan dan mengambil alih kampus-kampus. 

Kini pemuda urakan yang dicap generasi radikal oleh orang-orang tua itu menjadi presiden termuda Chile, ia adalah Gabriel Boric. Ia akan dilantik sebagai presiden Chile pada 11 Maret 2022 mendatang setelah memenangkan pemilihan umum dengan perolehan suara terbanyak dalam sejarah Chile:  68 persen. 

Baca Juga: Studi Terbaru: 75% Kekayaan di Timur Tengah Dikuasai Segelintir Negara

Setelah demonstrasi besar pada 2011 itu, yang memaksa pemerintah Chile menggratiskan biaya pendidikan secacra terbatas, ia bersama beberapa pemimpin mahasiswa lainnya masuk ke politik praktis dan mengambil posisi-posisi penting di politik lokal.  Boric sendiri terpilih sebagai anggota Kongres pada 2014 tanpa sempat menyelesaikan kuliahnya. 

Boric yang lahir 35 tahun yang lalu di Punta Arenas, dibesarkan dalam masa-masa akhir rezim diktator militer Augusto Pinochet yang bengis. Rezim Pinochet telah menciptakan kesenjangan sosial yang luar biasa besar. Segelintir orang menjadi sangat kaya sementara kebanyakan lainnya hidup dalam kubangan kemiskinan di bawah sistem ekonomi neo-liberal yang diusung rezim. 

Bahkan setelah Pinochet lengser,  Chile masih merupakan negara dengan kesenjangan ekonomi yang terbesar di dunia. Di sana,  1% dari populasi menguasai 25% dari kekayaan negara. 

Baca Juga: Riset Terbaru Ungkap Kekayaan Bersih Dunia Terpusat di Segelintir Keluarga Super Kaya

Sepanjang 2019 dan 2020, gelombang demonstrasi terus bergulir di Chile. Para demonstran menuntut keadilan ekonomi dan pemberantasan korupsi.  Boric berada di barisan pendukung demonstrasi. 

Keterlibatannya delam gerakan-gerakan protes, dinilai sebagai salah satu faktor yang membuatnya punya basis massa. Dalam kampanyenya untuk pemilihan Presiden 2021, Boric mengangkat isu yang tak jauh beda dari tuntutan demonstran. 

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

X