Pangeran Charles Akui Kekejaman Mengerikan Sejarah Perbudakan Inggris di Koloninya

- Selasa, 30 November 2021 | 19:34 WIB
Lukisan budak Afrika di Karibia, dipublikasikan tahun 1823 (Liverpoolmuseum.org)
Lukisan budak Afrika di Karibia, dipublikasikan tahun 1823 (Liverpoolmuseum.org)

 

HALUAN PADANG - Pangeran Charles secara resmi mengakui kekejaman mengerikan sejarah perbudakan di Karibia, termasuk di salah satu bekas koloninya, Barbados. Apa yang telah dilakukan oleh para pendahulunya terhadap penduduk Barbados dan para budak yang diperjual belikan selama kolonialisme Inggris, ia sebut sebagai sesuatu yang  “selamanya menodai sejarah kita".

Pernyataan tersebut diucapkan Pangeran Charles dalam upacara peresmian berdirinya Republik Barbados, Selasa (30/11), seperti dikutip Haluan Padang dari Sky News. Negara yang dijuluki Inggris Kecil itu kini resmi menjadi Republik  setelah lebih dari 400 tahun berada di bawah Persemakmuran dengan Elizabeth II sebagai Ratu Barbados. 

Selain meresmikan bergantinya konstitusi Barbados, upacara yang diadakan bertepatan dengan peringatan 55 tahun kemerdekaan Barbados dari Inggris tersebut, juga digelar untuk meresmikan lengsernya Elizabeth sebagai Ratu dan kepala negara Barbados.

“Dari hari-hari tergelap di masa lalu kita, dan kekejaman perbudakan yang mengerikan, yang selamanya menodai sejarah kita, orang-orang di pulau ini menempa.jalan mereka dengan ketabahan yang luar biasa,” ujar Pangeran Charles di hadapan orang banyak di Lapangan Pahlawan Nasional di Bridgetown.

Baca Juga: Terungkapnya Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian Massal 1965-66 di Indonesia

Pangeran Charles juga berbicara tentang rasa hormat pribadinya yang besar kepada orang-orang Barbados  dalam kesempatan tersebut.  Selain itu, ia melihat bahwa emansipasi, pemerintahan sendiri, dan kemerdekaan, adalah permulaan baru bagi Barbados dengan kebebasan, keadilan, dan penentuan nasib sendiri sebagai panduan.

Dia menambahkan: "Malam ini Anda menulis bab berikutnya dari kisah bangsa Anda, menambah perbendaharaan prestasi masa lalu yaitu usaha kolektif dan keberanian pribadi.”

Barbados sendiri adalah salah satu negara di kawasan kepulauan Karibia. Mereka mulai dijajah Inggris saat para kolonialis dari Inggris pertama tiba di Barbados pada 1627.

Pada masa-masa awal tersebut, Inggris mengeksploitasi Barbados dengan mendirikan perkebunan-perkebunan luas kemudian mendatangkan para budak dari Afrika sebagai tenaga kerja. Perdagangan budak ke pulau itu berlanjut sampai kemudian dilarang oleh Undang-Undang Perdagangan Budak 1807. Para budak itu baru setengah-dibebaskan pada 1833 setelah terbitnya Undang-Undang Penghapusan Perbudakan.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

X