Banyak Warga Filipina Masih Enggan Divaksin, Duterte Serukan Kampanye Suntik Penolak Vaksin Saat Tidur.

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:21 WIB
Presiden Filiphina Rodrigo Duterte menyampaikan ide aneh untuk "memaksa" warga penolak vaksin Covid-19 mendapatkan inokulasi. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Presiden Filiphina Rodrigo Duterte menyampaikan ide aneh untuk "memaksa" warga penolak vaksin Covid-19 mendapatkan inokulasi. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

HALUANPADANG.COM - Rendahnya tingkat vaksinasi di Filipina, mendorong Rodrigo Duterte, Presiden Filipina, mengeluarkan sejumlah kebijakan cukup keras. Hingga saat ini, baru 23,7 juta warga dari target 77 juta yang telah mendapat vaksinasi penuh. 

Juli lalu ia memerintahkan pelarangan keluar rumah bagi warga yang tidak mau mengikuti vaksinasi. Polisi juga diperintahkan untuk memaksa warga yang menolak vaksinasi datang ke pusat-pusat penyuntikan. 

Ia bahkan pernah mengeluarkan ancaman penjara bagi sesiapa yang meragukan Covid-19 dan karenanya tidak bersedia mengiktui program vaksinasi.  

“Anda memilih vaksin atau penjara?” ancam Duterte pada warga penolak vaksin dalam pidatonya di televisi setempat, seperti dikutip dari pikiranrakyat.com.

Ia khawatir rendahnya tingkat vaksinasi akan memperparah penularan Covid-19 di negaranya. Mereka yang ogah divaksin, menurut Duterte punya potensi besar untuk menularkan Covid-19 pada warga lainnya. “Untuk melindungi orang-orang, saya harus mengasingkan Anda”, lanjutnya.  

Kali ini Presiden yang terkenal dengan kebijakan-kebijakan kontroversialnya itu, menyerukan kampanye menyuntik orang tidur. Mereka yang akan disuntik sewaktu tidur ini adalah orang-orang yang tetap saja menolak vaksinasi meski berbagai cara telah dilakukan.

Ia berseru pada warganya, jika mereka menemukan seorang penolak vaksin di lingkungannya, masuklah ke rumahnya, dan suntik mereka saat sedang tidur di malam hari. 

Sambil menekankan kembali pada publik Filipina betapa pentingnya vaksinasi untuk mengatasi pandemi, ia juga berkata bersedia memimpin langsung gerakan menyuntik penolak vaksin saat sedang tidur itu.  

 

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

X