Epidemiolog: Pemanasan Global Picu Kebangkitan Wabah Black Death

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:41 WIB
Ilustrasi (Freepik.com)
Ilustrasi (Freepik.com)

HALUANPADANG.COM - Beberapa waktu belakangan, wabah Black Death (wabah hitam) yang pernah membunuh 60 persen pupulasi eropa pada abad ke-14 terdeteksi di beberapa tempat di Rusia, China, dan Amerika Serikat.

Akhir tahun lalu, muncul dua kasus di China. Bulan Mei tahun yang sama, sepasang warga Mongolia diberitakan meninggal karena wabah hitam. Menurut keterangan Komisi Kesehatan Nasional China, seperti dikutip dari detik.com, dari tahun 2014 sampai 2019, lima orang telah tewas akibat wabah ini. 

Sejak Agustus lalu, Unicef juga telah memperingatkan soal munculnya kembali wabah mematikan ini di Afrika. Di Mongolia, Rally Silk Way dibatalkan lantaran munculnya kasus Bubonic Plague—salah satu varian wabah hitam. Di Pegunungan Altai, dataran tinggi Ukok, Rusia, tercatat satu kasus wabah hitam. Ini adalah yang pertama kali dalam 60 tahun terakhir, seperti dikutip dari pikiranrakyat.com.

Menurut Dr Anna Popova, epidemiolog kenamaan di Rusia, meningkatnya kasus wabah hitam belakangan ini dipicu oleh pemanasan global yang semakin parah. Titik-titik rawan munculnya wabah hitam mulai berubah akibat rusaknya lingkungan. Perlu suatu respon yang cepat dan luas untuk mencegah menularnya wabah ini ke manusia, lanjut Anna seperti diberitakan mirror.co.uk. 

Untuk mengatasi penyebaran wabah ini, sejak tahun lalu pemerintah Rusia sendiri sudah memvaksin puluhan orang di daerah perbatasan di Republik Tuva dan Altai Siberia.  

Blak Death bersumber dari bakteri Yersenia Pestis yang terdapat di kutu pada mamalia kecil seperti tikus. Efeknya sangat mematikan. Seorang yang terinfeksi bisa meninggal dalam 72 jam jika tidak segera ditangani. Penularannya sangat cepat. Selain tertular langsung dari gigitan kutu, manusia juga bisa tertular dari manusia lainnya melalui darah atau udara.  

 

 

Editor: Randi Reimena

Terkini

Jalan di Turki Bakal Diberi Nama Sukarno

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:23 WIB

Terpopuler

X