Disebut dalam Pandora Papers, Presiden Ekuador Bakal Diperiksa

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:15 WIB
Pandora Papers. (republika)
Pandora Papers. (republika)

 

HALUANPADANG.COM - Guillermo Lasso, Presiden Ekuador, bakal diperiksa oleh Parlemen Ekuador terkait temuan Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi (ICIJ) yang dikenal sebagai Pandora Papers.

Dalam investigasi yang melibatkan ratusan jurnalis lintas-negara itu, terungkap bahwa Gullermo termasuk salah satu dari sekian banyak politisi yang memiliki aset tersembunyi serta terlibat transaksi-transaksi rahasia.

Dikutip dari pikiranrakyat.com, Parlemen Ekuador akan membuka data kekayaan Guillermo yang didapatnya dari bisnis-bisnis offshore-nya. Berdasarkan data Pandora Papers, Guillermo punya kaitan dengan 10 perusahaan pengeboran minyak dan keuangan di sejumlah negara. Investigasi menyeluruh atas harta kekayaan Guillermo akan dimulai oleh Parlemen dalam 30 hari kedepan.

Guillermo sendiri tidak membantah soal keterkaitannya dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Menurutnya tidak ada yang salah, ia menjalankan bisnis secara legal.

Pandora Papers sendiri adalah sejumlah besar data dijital yang berisi informasi mengenai aset tersembunyi yang dimiliki oleh ratusan politisi, pebisnis besar, serta selebriti dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Luhut Binsar Panjaitan dan Airlangga Hartanto, misalnya. Nama dua pejabat dalam kabinet bentukan Jokowi  itu juga disebut dalam Pandora Papers.  

Secara hukum, menanamkan aset di mancanegara adalah praktek legal. Namun menurut sejumlah pakar, seperti dikutip dari kompas.com, transaksi yang penuh rahasia seperti itu rentan digunakan untuk pencucian uang, penghindaran pajak, pendanaan terorisme, serta pelanggaran-pelangaran lainnya.   

 

Editor: Randi Reimena

Terkini

X