Pertama Kali Sejak 25 tahun, Donald Trump Terdepak dari Daftar Orang Terkaya AS

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 11:38 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Instagram/ realdonaldtrump)
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Instagram/ realdonaldtrump)

HALUANPADANG.COM – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terdepak dari daftar 400 oang terkaya di AS. Presiden AS ke-45 itu terdepak untuk pertama kalinya setelah 25 tahun masuk dalam daftar orang terkaya versi Forbes.

Baru-baru ini Majalah Forbes mengumumukan 51 nama yang keluar dari daftar 400 orang terkaya di AS. Salah satu nama yang muncul adalah Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sejak bertambahnya sejumlah nama baru dalam daftar 400 orang terkaya di AS standar minimum untuk masuk kedalam daftarnya yaitu harus memiliki kekayaan bersih sebesar USD 2,9 Miliar.

Saat ini Kekayaan Trump diperkirakan USD2,5 miliar (Rp35 triliun), maish kurang USD400 juta (Rp5,6 triliun) dari syarat masuk daftar Forbes 400. Kekayaan Trump diketahui turun sejak awal pandemi covid-19.

Meski demikian, menurut Forbes Pria 75 tahun itu masih sama kayanya seperti setahun yang lalu ketika dia berada di peringkat 339. Saham teknologi, cryptocurrency, dan aset lainnya telah berkembang pesat di era Covid.

Tetapi properti kota besar yang merupakan sumber kekayaan Trump telah merana. Alhasil, Trump tersingkir dari klub paling eksklusif di negara itu. Menurut Forbes, jika Trump mencari seseorang untuk disalahkan, dia bisa mulai dari dirinya sendiri.

Pada pemilihan 2016, pejabat etika federal mendorong Trump untuk melepaskan aset real estatnya. Meski demikian, Trump berkelit bahwa ia tetap bisa menjalankan bisnisnya meski sibuk sebagai presiden.

"Lima tahun lalu, dia memiliki kesempatan emas untuk mendiversifikasi kekayaannya. Baru saja pemilu 2016, pejabat etika federal mendorong Trump untuk melepaskan aset real estatnya," menurut Forbes.

Trump memutuskan untuk mempertahankan aset dan bisnisnya yang pada saat itu bernilai sekitar USD3,5 miliar (Rp49 triliun), setelah dikurangi utang. Jika dia malah memilih untuk menjual segalanya, ada kemungkinan dia harus membayar pajak capital gain yang signifikan.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

X