Waduh! Media Inggris Curigai Adanya Kejanggalan Angka Kematian Covid-19 Versi Pemerintah Indonesia

- Rabu, 8 September 2021 | 18:14 WIB
Dokumen Presiden Jokowi dan pemakaman korban covid-19. Media asing ternama asal Inggris, The Economist, memberitakan jika ada dugaan kejanggalan terkait data kematian akibat Covid-19 di Indonesia. /Kolase Antara Foto/M Risyal Hidayat/ IG @jokowi
Dokumen Presiden Jokowi dan pemakaman korban covid-19. Media asing ternama asal Inggris, The Economist, memberitakan jika ada dugaan kejanggalan terkait data kematian akibat Covid-19 di Indonesia. /Kolase Antara Foto/M Risyal Hidayat/ IG @jokowi

HALUANPADANG.COM - Media asing ternama asal Inggris, The Economist, memberitakan jika ada dugaan kejanggalan terkait data kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

Data dari rezim Presiden Jiko Widodo (Jokowi), tercatat ada 135.861 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sementara berdasarkan data dari The Economist, terdapat 280 ribu sampai 1,1 juta orang WNI yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Artinya, angka kematian akibat Covid-19 versi The Economist itu 500 persen atau 5 kali lebih besar dari angka kematian yang disajikan rezim Presiden Jokowi.

The Economist menyebut jika angka yang didapat bisa saja berbeda dengan cara hitung pemerintah dalam merekap data.

Permodelan The Economist berdasar dari asumsi data resmi dari pemerintah sudah akurat.

Baca Juga: Menyedihkan! Israel Larang Umat Muslim Beribadah di Masjid Ibrahimi yang Penuh Sejarah Kelam

Akan tetapi, di dalam perjalanan seiring dengan perkembangan kasus, pemerintah di suatu negara bisa saja mengubah indiktor dan definisi yang disebut kasus kematian akibat Covid-19.

Jika terjadi perubahan tersebut, The Economist menjelaskan bisa saja perhitungan model menjadi tidak reliabel.

Faktor lain, negara yang melaporkan angka kematian secara rutin dan relatif akurat adalah mereka berpendapatan tinggi dan menengah.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X