WHO Sebut Bangsa Kaya yang Timbun Vaksin Covid-19 Sebagai Bangsa Tidak Bermoral

- Rabu, 8 September 2021 | 18:02 WIB
LOGO WHO
LOGO WHO

HALUANPADANG.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melontarkan kecaman kepada negara-negara kaya karena tindakan menimbun perawatan dan vaksin Covid-19 justru memperpanjang pandemi.

"Ini bukan hanya tidak adil, ini bukan hanya tidak bermoral, ini memperpanjang pandemi," kata pemimpin teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, dikutip dari The Hill, Rabu, 8 September 2021.

"Jika kita menggunakan dosis vaksin yang tersedia secara berbeda, kita berada dalam situasi yang sangat berbeda sekarang secara global,” ujarnya.

WHO sudah sering menyerukan negara-negara kaya untuk memberi negara-negara miskin lebih banyak dosis vaksin dan untuk menghentikan suntikan booster sampai negara-negara miskin dapat memvaksinasi lebih banyak orang.

Baca Juga: Cukup Lewat Aplikasi, Bayar Pajak Kendaraan Kini Tidak Perlu Lagi Bawa KTP dan STNK ke Samsat. Berikut Caranya

Negara-negara di Afrika dan bagian lain dunia telah berjuang untuk mendapatkan bahkan 5 persen dari populasi mereka divaksinasi. Sementara negara-negara kaya telah mulai memberikan suntikan booster bagi mereka yang telah divaksinasi penuh.

Pada Agustus lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan perlu ada jeda pada booster vaksin setidaknya selama dua bulan untuk membantu memberikan lebih banyak dosis ke negara-negara miskin.

Baca Juga: Kena Kanker Langka, Ari Lasso Minta untuk Tidak Dikasihani

Baru-baru ini, Amerika Serikat mengumumkan bahwa 75 persen orang dewasa AS telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. AS sedang mencari untuk mulai memberikan suntikan booster musim gugur ini.

Meskipun pemerintah AS telah menyumbangkan jutaan dosis vaksin, WHO lebih banyak yang harus dilakukan untuk menutup kesenjangan. (*)

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X