Mengenal Segmen-Segmen Patahan di Sumatera Barat Beserta Risiko Gempanya

- Selasa, 1 Maret 2022 | 20:43 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Haluan Padang  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring pada Selasa (1/3/2022) menjelaskan sistem-sistem sesar/patahan yang bisa menjadi penyebab gempa-gempa di Sumatera.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan 3 sistem patahan yang bisa menjadi pemicu gempa tersebut.

Pertama, zona megathrust yang berpotensi mengakibatkan gempa dengan maksimum magnitudo 8,9, berpusat di sekitar 250 km dari tepi pantai sumatera barat. Pusatnya di laut dan berpotensi tsunami.

Kedua, patahan mentawai yang bisa memicu gempa laut. Gempa yang bisa dihasilkan tidak sekuat gempa megathrust, namun berpotensi tsunami.

Kemudian, sistem patahan Sumatera yang menurutnya jarang menjadi perhatian terkait kegempaan.

Baca Juga: BMKG di Pasaman Barat Temukan Patahan Baru ,Teridentifikasi Sebagai Pusat Gempa Pasaman Barat

“Relatif paling jarang dibahas, pusat gempa di darat yakni patahan sumatera,” terangnya.

Menurutnya, gempa dengan magnitudo 6,1 yang terjadi di Pasaman Barat berasal dari sistem patahan tersebut.

“Kemarin yang menghasilkan gempa adalah sistem patahan sumatera. Disebut sistem karena terdiri atas beberapa segmen patahan,” imbuh Dwikorita.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia! Mansa Musa, Manusia Paling Kaya Dalam Sejarah

Senin, 27 Desember 2021 | 22:51 WIB

Memahami Sejarah Pemalakan di Minangkabau

Senin, 13 Desember 2021 | 15:27 WIB

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB
X