Mengenal Imlek, Tradisi Penting Masyarakat Tionghoa yang Pernah Dilarang di Indonesia

- Selasa, 11 Januari 2022 | 19:21 WIB
 (Pexels)
(Pexels)

HALUAN PADANG - Tahun Baru Imlek barangkali sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia hari ini. Mungkin karena sejak 2003 Imlek boleh dirayakan secara bebas. Padahal sebelumnya tradisi ini dilarang selama 30 tahun. Kok bisa?

Imlek juga bakal mengingatkan pembaca pada nuansa serba merah, mulai dari lampion sampai petasan merah. Bagaimana awalnya?

Bagaimana kilasan sejarah, mitologi, serta serba-serbi seputar Imlek?

Baca Juga: Serba-serbi Sejarah dan Tradisi Perayaan Natal

Haluan Padang mencoba merangkumnya dari berbagai sumber. Simak kelanjutannya di bawah ini: 

Tahun Baru Imlek atau sincia merupakan perayaan penting bagi masyarakat Tionghoa. Ia dirayakan selama 15 hari, dimulai dari hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir pada tanggal ke-15 pada saat bulan purnama.

Perayaannya terdiri atas sembahyang Imlek, sembahyang pada Thian, dan diakhiri dengan perayaan Cap Go Meh di hari ke-15.

Beberapa hari menjelang datangnya tahun baru, masyarakat Tionghoa biasanya akan melakukan berbagai ritual bersih-bersih. Mulai dari membersihkan rumah, membersihkan perabotan dan benda-benda keramat, sampai membersihkan kuburan leluhur.

Ritual pembersihan ini dianggap sebagai simbol membuang segala nasib buruk dan ketidakberuntungan. 

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia! Mansa Musa, Manusia Paling Kaya Dalam Sejarah

Senin, 27 Desember 2021 | 22:51 WIB

Memahami Sejarah Pemalakan di Minangkabau

Senin, 13 Desember 2021 | 15:27 WIB

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB
X