Maaf Penggemar Teori Konspirasi, Hitler Memang Mati di Jerman Bukan di Indonesia

- Senin, 27 Desember 2021 | 19:00 WIB
Adolf Hitler Photo: Star Daily
Adolf Hitler Photo: Star Daily

HALUAN PADANG - Selama ini cukup banyak teori mengenai akhir hayat Hitler, tidak sedikit yang berbau konspirasi. Pemimpin Fasis Nazi itu, misalnya disebut kabur ke Argentin menggunakan kapal selam, atau bahkan pernah dibilang sebetulnya  ia meninggal di Indonesia. 

Sebuah buku berjudul Hitler Mati di Indonesia juga pernah ditulis pada 2010. Buku yang ditulis tanpa catatan kaki itu, yang membuat pembacanya kesulitan melacak sumber yang digunakan, mengklaim bahwa Hitler mati di Indonesia. Sebelum mati, ia juga disebut sempat menikahi seorang perempuan Indonesia, masuk Islam, lalu mati dengan tenang di Surabaya.  

Baca Juga: Perkenalkan! Bougainville, Calon Tetangga Baru Indonesia

Teori-teori ini sebetulnya berasal dari pengakuan seseorang soal soal Dr. Poch dan istrinya di Sumbawa. Dr Poch ini diyakininya sebagai Hitler yang melarikan diri ke Indonesia bersama istrinya Eva Braun. 

Teori itu kemudian diperkuat oleh teori konsprirasi lainnya, yang menyebut-nyebut bahwa demi kepentingan busuk tertentu, Soviet telah memalsukan kematian Hitler; bahwa mayat yang ditemukan di bunker di Jerman bukanlah mayat Hitler. 

Namun semua itu sebetulnya sudah terbantahkan sejak cukup lama. Dikutip dari History.com, pada 2018 lalu para ilmuwan Prancis menganalisis fragmen gigi Adolf Hitler.  Dari analisis itu. mereka membuktikan bahwa Hitler meninggal pada 1945, setelah mengonsumsi sianida dan menembak kepalanya sendiri.

Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Internal Medicine pada Mei 2018, berupaya mengakhiri teori konspirasi tentang kematian Adolf Hitler melalui analisis ilmiah terhadap gigi dan tengkorak sang diktator.

“Studi kami membuktikan bahwa Hitler meninggal pada tahun 1945,” kata pemimpin penulis studi Philippe Charlier kepada AFP. "Giginya asli, tidak ada keraguan."

Baca Juga: Kisah Danny Fenster, Jurnalis AS yang Lolos dari Tawanan Junta Militer Myanmar

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia! Mansa Musa, Manusia Paling Kaya Dalam Sejarah

Senin, 27 Desember 2021 | 22:51 WIB

Memahami Sejarah Pemalakan di Minangkabau

Senin, 13 Desember 2021 | 15:27 WIB

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB

Kisah-kisah Menakjubkan dari Jambu Lipo

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:28 WIB

Memaknai Pahlawan di Awal 1950-an

Kamis, 11 November 2021 | 15:06 WIB
X