Asal-usul dan Sejarah Sinterklas: dari Sosok Nyata Menjadi Figur Khayali

- Jumat, 24 Desember 2021 | 16:39 WIB
Kartun Santa Claus (Sinterklas) karya Thomas Nast  (© North Wind Picture Archives)
Kartun Santa Claus (Sinterklas) karya Thomas Nast (© North Wind Picture Archives)

Baca Juga: Terungkapnya Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian Massal 1965-66 di Indonesia

HALUAN PADANG - Anak mana pun dapat memberi tahu Anda secepat kilat dari mana Sinterklas berasal—Kutub Utara. Tetapi asal-usul dab perjalanan sejarahnya sebetulnya jauh lebih rumit dan panjang. 

Nenek moyang Sinterklas yang kita kenal hari ini lahir di Mediterania dalam masa Kekaisaran Romawi, legendanya berkembang di seluruh Eropa utara, dan dia akhirnya mengambil bentuknya yang sekarang di Dunia Baru. Siapa leluhur Sinterklas ini, dan bagaimana dia berubah seiring waktu? 

Baca Juga: Pangeran Charles Akui Kekejaman Mengerikan Sejarah Perbudakan Inggris di Koloninya

Asal-usul Sinterklas punya kaitan erat dengan seorang suci bernama bergelar St. Nicholas. Setiap tanggal 6 Desember, umat Kristiani merayakan Hari St. Nicholas di kota-kota di seluruh dunia, terutama di Eropa. Gambaran mengenai St. Nicholas sangat bervariasi, tetapi tidak ada yang mirip dengan pria tua berpipi merah dan berjanggut putih yang terlihat seperti Sinterklas hari ini. 

Salah satu gambaran paling menarik dari St. Nicholas yang asli, yang hidup pada abad ketiga dan keempat, diciptakan bukan oleh seniman kuno tetapi dengan menggunakan rekonstruksi wajah forensik modern. 

Dari hasil rekonstruksi atas tengkorak dan tulang St. Nicholas didapat gambaran bahwa ia adalah seorang pria berusaia 60 tahun dengan kulit berwarna zaitun yang paling umum di antara orang Mediterania Yunani, memiliki mata cokelat, dan rambut abu-abu. 

Lantas bagaimana St. Nicholas ini kemudian berubah menjadi pembawa hadiah Natal yang tinggal di Kutub Utara? 

Seperti disinggung di atas, St. Nicholas yang merupakan cikal bakal Sinterkal modern, adalah seorang Yunani yang lahir pada akhir abad ketiga, sekitar tahun 280 M. Ia menjadi uskup di Myra, sebuah kota kecil Romawi di Turki modern. 

Nicholas tidak gemuk atau periang tetapi punya reputasi sebagai pembela doktrin gereja yang berapi-api, cekatan, dan menantang selama Penganiayaan Besar pada tahun 303, ketika Alkitab dibakar dan para imam dibuat untuk meninggalkan agama Kristen atau menghadapi eksekusi.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia! Mansa Musa, Manusia Paling Kaya Dalam Sejarah

Senin, 27 Desember 2021 | 22:51 WIB

Memahami Sejarah Pemalakan di Minangkabau

Senin, 13 Desember 2021 | 15:27 WIB

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB
X