Terungkapnya Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian Massal 1965-66 di Indonesia

- Senin, 25 Oktober 2021 | 17:44 WIB
Seorang diduga anggota PKI ditangkap militer Indonesia (nsarchive.gwu.edu)
Seorang diduga anggota PKI ditangkap militer Indonesia (nsarchive.gwu.edu)

HALUANPADANG - Fakta baru soal keterlibatan pihak ketiga dalam pembantaian massal 1965-66 di Indonesia terus bermunculan. Jika bukti-bukti yang tersedia selama ini mengindikasikan keterlibatan Amerika bersama CIA-nya, kini terungkap bukti baru bahwa Inggris juga ikut terlibat.

Pada 17 dan 24 Oktober 2021 The Guardian menerbitkan serangkaian tulisan soal bagaimana peran Inggris dalam pembantaian massal yang disebut-sebut sebagai salah satu pembantaian terkeji di abad 20.

Dalam tulisan-tulisan tersebut, dijelaskan bagaimana Inggris menggelar operasi intelijen untuk menghasut sejumlah pihak, seperti politisi anti-komunis dan beberapa jendral, agar melakukan pembantaian terhadap orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI).  

Fakta-fakta baru tersebut didapat dari sejumlah dokumen Kantor Luar Negeri Inggris. Dokumen-dokumen ini sebelumnya belum bisa diakses publik, namun karena di Inggris ada aturan terkait pembukaan dokumen rahasia ke publik setiap jangka waktu tertentu.

Dalam dokumen-dokumen tersebut terungkap bagaimana Inggris melalui sekelompok agen IRD (information research department) melancarkan propaganda hitam dengan berbagai cara, mulai dari mencetak surat kabar sampai mendirikan stasiun radio di Singapura. Dari Singapura IRD menjalankan operasi intelijen, membuat dan menyebarkan materi-materi propaganda anti-komunis.

Awalnya Inggris, melalui IRD, bertujuan merusak upaya Sukarno dan Menteri Luar Negeri Subandrio  menentang pembentukan negara federasi Malaysia.

Pada 1964, mereka mulai melancarkan propaganda melalui surat kabar berbahasa Indonesia yang diberi nama Kenjataan2. Surat kabar ini diproduksi di Inggris dan didistribusikan ke Indonesia melalui Hongkong dan Filipina. Dalam setahun, mereka mencetak 28.000 kopi surat dan mengeklaim bahwa surat kabar tersebut telah dibaca secara luas, terutama oleh publik figur, termasuk  Sukarno sendiri.

Tulisan-tulisan dalam surat kabar ini dibuat seolah-olah oleh orang Indonesia yang sedang diasingkan di luar negeri yang menyerukan agar kelompok anti-komunis di Indonesia untuk bertindak mengakhiri pemerintahan Sukarno dan menghancurkan PKI. Namun kenyataannya tulisan-tulisan tersebut ditulis oleh agen-agen IRD.   

IRD mendapat angin segar ketika terjadi pembunuhan terhadap 7 orang jendral yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Gerakan 30 September. IRD menyebut kudeta yang gagal tersebut sebagai kesempatan untuk mengambinghitamkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pada saatnya akan mendongkel kekuasaan Sukarno.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Ini Dia! Mansa Musa, Manusia Paling Kaya Dalam Sejarah

Senin, 27 Desember 2021 | 22:51 WIB

Memahami Sejarah Pemalakan di Minangkabau

Senin, 13 Desember 2021 | 15:27 WIB

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB

Kisah-kisah Menakjubkan dari Jambu Lipo

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:28 WIB

Memaknai Pahlawan di Awal 1950-an

Kamis, 11 November 2021 | 15:06 WIB
X