Extinction Rebellion: Gerakan Global Menolak Punahnya Kehidupan

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:18 WIB
Ilustrasi  lunjuk rasa Exinction Rebellion
Ilustrasi lunjuk rasa Exinction Rebellion

 

Haluan Padang--Sebuah unggahan di Instagram pada Selasa (19/10) memperlihatkan foto belasan orang yang berbaris dengan membentangkan tiga spanduk. Spanduk tersebut bertuliskan antara lain  ‘Menolak Punah’, ‘Darurat Iklim’, dan ‘Tolak Bala Krisis Iklim’. Di spanduk terakhir, terdapat sebuah logo, sekilas seperti sebuah jam pasir di dalam lingkaran.

Gambar jam pasir tersebut merupakan logo Extinction Rebellion. Jam pasir tersebut seolah menjadi penanda, bahwa tak banyak waktu tersisia untuk umat manusia: umat manusia di ambang kepunahan.  Unggahan dari @extinctionrebellion.id., akun Instagram Extinction Rebellion Indonesia,  tersebut merupakan dokumentasi sebuah aksi di Sukabumi.

Gerakan yang fokus dalam kampanye melawan krisis iklim dan lingkungan  ini berdiri pada 31 Oktober 2018 di London, kota yang berperan besar dalam menciptakan revolusi industri hingga berdampak ke krisis iklim saat ini.

Exinction Rebellion ialah gerakan global menolak punahnya makhluk hidup di muka Bumi akibat krisis iklim. Partisipannya tersebar di berbagai wilayah di penjuru dunia, di 76 negara, melampaui sekat gender dan usia, melampaui sekat-sekat negara, setidaknya itu yang termakhtub di brosur Panduan Pergerakan yang dirilis oleh Extinction Rebellion Indonesia.  

Aksi Langsung yang Damai, Cara Extinction Rebellion Melawan Perubahan Iklim

Extinction Rebellion mendeskripsikan dirinya sebagai ‘International and politically non-partisan movement using non-violent direct action dan civil disobedience to persuade goverments to act justly on the Climate and Ecological Emergency.’

Di beberapa negara barat, mereka memang kerap menggelar aksi langsung tanpa-kekerasan seperti memblokade jalan raya.  Para Aktivisnya berulang kali ditangkap kepolisian.

Pada 3 Oktober lalu, para aktivis Extinction Rebellion Swiss membawa kursi dan tanaman mereka lalu duduk di jalan-jalan Kota Zurich.

“Para aktivis akan tetap memblokade jalan di kota terbesar Swiss sampai pemerintah Swiss menunjukkan respon yang pantas untuk tiga tuntutan: beritahu kebenaran, nol-bersih (emisi) pada 2025, dan majelis rakyat,” tulis unggahan dari akun Instagram @extinctionrebellion.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Ini Dia! Mansa Musa, Manusia Paling Kaya Dalam Sejarah

Senin, 27 Desember 2021 | 22:51 WIB

Memahami Sejarah Pemalakan di Minangkabau

Senin, 13 Desember 2021 | 15:27 WIB

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB

Kisah-kisah Menakjubkan dari Jambu Lipo

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:28 WIB

Memaknai Pahlawan di Awal 1950-an

Kamis, 11 November 2021 | 15:06 WIB
X