Pergerakan Toko-Toko Buku Alternatif di Kota Padang, dari Pembungkaman Hingga Harapan

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:02 WIB
Toko-toko Buku Alternatif di Padang (Dokumentasi Haluan Padang & Ig @kedaiteroka)
Toko-toko Buku Alternatif di Padang (Dokumentasi Haluan Padang & Ig @kedaiteroka)

“ Toko-toko buku tersebut juga ada di Pasar Raya, Padang. Kemudian toko-toko buku tersebut menghilang perlahan, mungkin karena kurang bisa menyesuaikan diri dengan Pasar,” jelasnya.

Setelah melihat hal sebaliknya terjadi di Yogyakarta, Alizar lalu tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut. “Ternyata penerbit buku di Yogyakarta tidak mencetak banyak-banyak buku. Palingan cetak 100 sampai 200, kemudian mereka mengedarkannya ke beberapa toko buku online,” lanjutnya.

Menurut Alizar, jika di satu toko buku online terjual sekitar 10 buku, sudah lumayan menguntungkan bagi penerbit dan toko buku online. Satu toko buku online di Yogyakarta bahkan bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah. 

Setelah memerhatikan dinamika toko dan penerbit buku di Yogyakarta, Alizar kemudian merintis Linibuku di Padang, meski ia sadar pada awalnya bisnis jualan buku lumayan berat untuk dijalankan. “Dari awal buka pada 2017 sampai dua tahun setelahnya, kami mencatatkan lebih banyak pengeluaran dibandingkan pemasukan. Ketika mendapatkan keuntungan dua juta dalam sebulan, kami sudah merasa cukup,” ujarnya.

Meski dihantam dari sisi ekonomi, Alizar ternyata tidak menyerah begitu saja. Ia merasa bahwa Padang juga memiliki peluang untuk menyamai Yogyakarta dalam hal penjualan buku. “Hanya saja pasarnya mesti dibangun, salah satunya dengan banyak membuka toko buku online,” imbuh Alizar.

Sejak tahun 2019 hingga saat ini, Linibuku sudah aman secara finansial dengan omzet yang teratur. Kini toko buku tersebut  sudah bisa menggaji karyawan.

Setelah mapan secara finansial, Alizar berusaha menguatkan brand Linibuku. Upaya tersebut mencakup memberi label yang menarik, menjaga pola pemasaran, serta menjamin kualitas produk. “Kami berharap orang-orang tidak hanya membeli buku di Linibuku, namun juga membeli brand dari Linibuku itu sendiri,” ujarnya.

Upaya Alizar tidak sia-sia. Konsumen Linibuku saat ini bukan hanya dari Sumatera, namun juga berasal dari Jakarta, Kalimantan, hingga daerah di bagian timur Indonesia. “Sebagian orang bahkan mengira bahwa Linibuku berbasis di Jakarta,” tambah Alizar.

“Perjuangan Linibuku saat ini adalah mendorong terbentuknya toko-toko buku online di Kota Padang, kemudian kita bisa bergerak jauh hingga membentuk penerbit-penerbit alternatif,” pungkasnya.

Pojok Steva, Buah dari Hasrat Membuka Ruang Diskusi yang Bebas Represi

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB

Kisah-kisah Menakjubkan dari Jambu Lipo

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:28 WIB

Memaknai Pahlawan di Awal 1950-an

Kamis, 11 November 2021 | 15:06 WIB

Trending di Twitter, Berikut ini Sekilas Sejarah LDII

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:34 WIB

Mengenal Ulu Ambek: Silat Batin dari Ranah Minang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:49 WIB
X