Pantun, Teka-teki, dan Talibun Jaman Rodi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Credit (@potolawas)
Credit (@potolawas)

(Berkuda ke Bukittinggi / Jalan ke kanan dikirikan / kalau datang panggilan Rodi / nasi sedang disuap pun ditinggalkan) 

Ada juga talibun yang menceritakan keganasan Rodi serta cara-cara pemaksaan yang meliputinya: 

Rodi Goempani talampau garang

Palentah residen di padang

Angkek poelisi koemandan Si Mandi-Arang

Antah terike, tarapegang

Di baownjo ka tangsi gadang

(Rodi Kompeni terlampau keras / Perintah residen di Padang / Dilaksanakan polisi bernama Mandi-Arang / Dalam kondisi terikat atau terpegang / Dibawanya ke tangsi  Padang) 

Jika pantun serta talibun tampak lebih ‘sopan’, maka teka-teki jauh lebih frontal. Sebagian teka-teki yang muncul pada masa-masa paska kehancuran Paderi, secara terang-terangan menghina Belanda dan aparatusnya. Ada teki-teki yang menyamakan mandor dengan kuman, ada juga teka-teki yang menyamakan Belanda dengan ular yang identik dengan sifat licik. Ularnya pun bukan ular biasa namun ular besar yang sifat-sifat buruknya sudah demikian akut. Contohnya seperti ini: 

Sagadang gadang koeman

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Sejarah Singkat Kerajaan Jambu Lipo

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:05 WIB

Kisah-kisah Menakjubkan dari Jambu Lipo

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:28 WIB

Memaknai Pahlawan di Awal 1950-an

Kamis, 11 November 2021 | 15:06 WIB

Trending di Twitter, Berikut ini Sekilas Sejarah LDII

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:34 WIB

Mengenal Ulu Ambek: Silat Batin dari Ranah Minang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:49 WIB
X