Menengok Aktivitas Bapas Bukittinggi: Datang Berstatus Terpidana, Pulang jadi Montir

- Rabu, 15 September 2021 | 14:13 WIB
PELATIHAN MEKANIK – Puuhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serius mengikuti pelatihan pelatihan mekanik sepeda motor yang diselenggarakankan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Bukittinggi (Bapas Bukittinggi) bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi (Lapas Bukittinggi).
PELATIHAN MEKANIK – Puuhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serius mengikuti pelatihan pelatihan mekanik sepeda motor yang diselenggarakankan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Bukittinggi (Bapas Bukittinggi) bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi (Lapas Bukittinggi).

Salah satu tugas Bapas menurut Elfiandi adalah pembimbingan. Pembinaan kemandirian ini adalah salah satu bentuknya.

"Selain pembimbingan ini, Bapas juga bertugas melakukan pengawasan untuk klien pemasyarakatan, pendampingan, penelitian kemasyarakatan dan bagian dari tim pengamat pemasyarakatan (TPP) dalam proses pemasyarakatan secara komprehensif," jelasnya dalam pembukaan pelatihan ini.

PELATIHAN MEKANIK – Puuhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serius mengikuti pelatihan pelatihan mekanik sepeda motor yang diselenggarakankan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Bukittinggi (Bapas Bukittinggi) bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi (Lapas Bukittinggi).

Kabapas menyebutkan, kegiatan pembekalan ini disasar kepada WBP dan telah dan akan menjadi klien Bapas dan akan menjalani reintegrasi sosial dan atau bebas.

Dengan anggapan kejahatan hanya gejala terjadinya disorganisasi dalam masyarakat, pelaksanaan pembinaan menurut Kabapas sedapat mungkin memberikan ruang yang luas bagi masyarakat dan pelanggar hukum untuk saling berinteraksi.

Pelanggar hukum menurutnya dapat menginternalisasi nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Sehingga pendekatan reintegrasi menghendaki bahwa mantan pelanggar hukum mendapatkan pelayanan yang lebih dan pembimbingan jangka panjang.

Baca Juga: Polemik Childfree dan Alasan Wanita Masa Kini Enggan Memiliki Anak

"Sedapat mungkin membantu menghilangkan stigma yang telah diterimanya dalam rangka membantu mereka dalam bersosialisasi dengan masyarakat dan tidak semata-mata bertahan hidup. Salah satunya dengan memberikan pembimbingan. Baik bimbingan kemandirian seperti ini atau kepribadian untuk membenahi dan menguatkan mental atau rohani mereka," beber putra Limapuluh Kota ini.

Kalapas Bukittinggi Marthen sebagai pembina kegiatan ini menyambut baik pelatihan yang dilaksanakan Bapas Bukittinggi ini. Bapas sebagai mitra strategis Lapas sebagai pelaksana prinsip-prinsip Pemasyarakatan perlu melaksanakan pelatihan serupa lebih banyak. 

"Pelatihan ini merupakan wujud prinsip pertama dari 10 prinsip pemasyarakatan. Ayomi dan berikan bekal agar mereka dapat menjalankan perannya sebagai warga masyarakat yang baik dan berguna. Paling tidak untuk diri mereka dan keluarganya dulu," harap Marthen.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Terpopuler

X