Terkait Meninggalnya Tersangka Eksploitasi Anak di Agam, LBH Padang : Polda Sumbar Harus Tegas!

- Sabtu, 12 Maret 2022 | 18:47 WIB

HALUAN PADANG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang meminta pembuktian kebenaran informasi terkait meninggalnya Ganti Ahmad (34), tersangka eksploitasi anak di Agam.

Ganti Ahmad diduga melakukan perlawanan terhadap anggota kepolisian ketika ditangkap pada Rabu, 9 Maret 2022 dan dikembalikan kepada pihak keluarga dalam kondisi meninggal dunia.

"Jika benar tersangka melawan dan mengancam, seharusnya hanya dilumpuhkan, misalnya di bagian kaki. Itu pun diperbolehkan dalam peraturan", ucap penanggung jawab isu fair trial LBH Padang, Adrizal kepada Haluan Padang, Sabtu, 12 Maret 2022.

Baca Juga: Usut Tuntas Kematian Tersangka Eksploitasi Anak di Agam, Polda Sumbar Turunkan Tim Investigasi dari Bidpropam
 
Dalam kasus ini, LBH Padang menyayangkan adanya tanda-tanda yang mengarah pada dugaan penganiayaan, antara lain adanya luka lebam serta hidung dan telinga korban yang mengeluarkan darah.
 
"Makanya, LBH sendiri sangat menyayangkan hal demikian. Seharusnya ada langkah-langkah lain, kan bisa dilakukan pelumpuhan dengan cara lain. Kalau sampai telinga dan hidung mengeluarkan darah, itu kan terlalu berlebihan", sebutnya.
 
Lebih lanjut ia menyampaikan, LBH Padang sebelumnya juga sudah melihat sejumlah kasus dugaan pelanggaran HAM oleh anggota kepolisian di Sumatera Barat.

Baca Juga: Korban Hanyut di Lubuk Minturun, Merupakan Mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang Dijadwalkan Wisuda Hari Ini
 
Oleh karena itu, ia berharap pernyataan dari Polda Sumbar untuk menyelidiki kasus kematian Ganti Ahmad terlaksana dengan baik.
 
"Saya berharap, kepolisian daerah Sumatera Barat betul-betul tegas terhadap pelaku penyiksaan, serta memberikan pemahaman serta pengetahuan, bagaimana seharusnya menerapkan aturan terkait", sebutnya.
 
"Saya bukan mengatakan pihak kepolisian tidak mengenal aturan, hanya saja terkadang terlalu ambisius sehingga dalam proses penangkapan terjadi pelanggaran hukum, itu sangat sering kita temui", katanya.

Baca Juga: Dua Manusia Silver Diamankan Satpol PP Padang, Segini Uang yang Mereka Hasilkan Cuma dalam Hitungan Jam!

Adrizal menambahkan, di dalam regulasi sudah dijelaskan tidak boleh menyiksa tersangka serta tidak boleh memperlakukan tersangka secara tidak manusiawi.
 
Hal ini terdapat pada UU Nomor 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia.
 
Lalu, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang secara tegas mengatur, tidak seorang pun boleh dikenai siksaan.

Baca Juga: Polda Sumbar Kembali Ungkap Penjual Minuman Beralkohol Tanpa Izin
 
Kemudian, Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menempatkan hak untuk tidak disiksa sebagai bagian dari HAM yang tidak dapat dikurangi oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun.
 
"Bahkan, dalam prinsip hukum pidana dikenal asas praduga tak bersalah, sebelum ditetapkan oleh pengadilan. Artinya, polisi harus juga mempertimbangkan hak-hak tersangka", jelas Adrizal.
 
Adrizal kemudian membeberkan sebagian kasus pelanggaran HAM oleh oknum anggota kepolisian.

Baca Juga: Tersangka Eksploitasi Anak Meninggal di Agam, LBH Padang Minta Polda Sumbar Lakukan Evaluasi
 
Antara lain, kasus kematian Faisal dan Budri, tersangka pencurian berusia 14 dan 17 tahun yang ditangkap Polsek Sijunjung pada 2012, kemudian meninggal dalam tahanan.
 
“Itu, ada penangkapan sewenang-wenang. Bahkan, mereka meninggal dalam tahanan dan diduga gantung diri. Padahal, kaki mereka patah dan banyak tanda-tanda kekerasan lainnya", jelas Adrizal.

Irjen Pol Fakhrizal yang menjabat sebagai Kapolda Sumbar kala itu telah menyerahkan dana ganti rugi kepada keluarga korban pada tahun 2019.

Halaman:

Editor: Tio Furqan

Tags

Terkini

Kajati Sumbar Antar Bantuan ke Pasaman

Jumat, 18 Maret 2022 | 08:23 WIB
X