Kerugian Negara Atas Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang Sicincin Ditaksir Capai 27 Miliar

- Rabu, 8 Desember 2021 | 16:56 WIB
Tersangka dugaan korupsi ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin diboyong pakai kendaraan tahanan Kejati Sumbar (HALUAN PADANG | Tio Furqan)
Tersangka dugaan korupsi ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin diboyong pakai kendaraan tahanan Kejati Sumbar (HALUAN PADANG | Tio Furqan)

HALUAN PADANG - Kejaksaan Tinggi Padang menaksir nilai kerugian negara akibat praktek dugaan korupsi ganti rugi lahan tol Padang-Pekanbaru fase Padang-Sicin mencapai Rp27 miliar.

Namun, Kasubsi Penkum dan Dokumentasi Kejati Sumbar, Anton Juanda mengatakan angka tersebut masih taksiran, sebab saat ini proses audit di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih berlangsung.

"Namun, untuk data yang lebih pasti, kita masih menunggu hasil audit dari BPKP. Belum bisa diprediksi kapan ada pernyataan resmi dari BPKP terkait jumlah kerugian negara," katanya pada Haluan Padang, Rabu (8/12) siang WIB.

Di sisi lain, ia juga menyebutkan saat ini jumlah tersangka yang terlibat dalam praktek kejahatan luar biasa itu masih 13 orang dan penyidikan pun masih berlangsung.

Baca Juga: Kejati Sumbar Kembali Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jalan Tol Padang - Pekanbaru

"Sampai saat sekarang, penyidikan masih berlangsung.Tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka, namun sampai saat sekarang masih 13 tersangka," sebut dia.

Sebanyak 13 orang tersangka itu pun telah ditahan di Rutan Anak Air, Kota Padang.

Sebelumnya diketahui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar) kembali menahan satu tersangka lagi kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan pembangunan jalan tol yang berlokasi di Taman Kehati Padang Pariaman.

Tersangka tersebut berinisial SE dan penahanan akan dilakukan 20 hari kedepan.

Baca Juga: 12 Tersangka Dugaan Korupsi Tol Padang-Sicincin Ditahan, Kerugian Negara Masih Dihitung

SE datang ke kantor Kejati Sumbar Jalan Raden Saleh pukul 10.00 WIB, Selasa (7/12/2021) untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Usai itu, ia langsung  di jebloskan ke Rutan Anak Air bersama 12 orang tersangka lain yang telah terlebih dahulu ditahan.

“Jumlah tersangkanya keseluruhan 13 orang, karena minggu lalu satu orang tak hadir karena sakit, maka dijadwalkan hari ini,” kata Aspidsus Kejati Sumbar Suyanto kepada media Selasa (7/12) sore.

Dikatakan Suyanto, setelah seluruh tersangka ditahan, jaksa segera merampungkan berkas perkara, supaya segera naik ke meja persidangan.

Baca Juga: Kejati Sumbar Tahan 12 Tersangka Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Sicincin

Selain itu, mantan Kajari Musi Banyuasin ini menyebutkan, para tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Ancaman pidananya lima tahun ke atas. Jadi tiga pasal yang kita sangkakan pada tersangka ini ancaman pidananya 20 tahun. Makanya kewenangan penyidik untuk melakukan penahanan,” ujarnya.

Pada sisi lain, Suyanto mengungkap, proses penyidikan masih terus berjalan. Sejauh ini pihaknya telah memeriksa 80 orang saksi. Tidak tertutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini.

“Kita akan tetap berjalan. Artinya penyidikan kita tidak berhenti. Kita kerja ini alat bukti, kalau memang alat bukti nanti bisa kita peroleh (tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain). Minimal dua alat bukti,” terangnya.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X