12 Tersangka Dugaan Korupsi Tol Padang-Sicincin Ditahan, Kerugian Negara Masih Dihitung

- Rabu, 1 Desember 2021 | 20:40 WIB
Tersangka dugaan korupsi ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin diboyong pakai kendaraan tahanan Kejati Sumbar (HALUAN PADANG | Tio Furqan)
Tersangka dugaan korupsi ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin diboyong pakai kendaraan tahanan Kejati Sumbar (HALUAN PADANG | Tio Furqan)

HALUAN PADANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat resmi menahan 12 tersangka dugaan korupsi pembayaran ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin pada Rabu (01/12).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Suyanto mengatakan, penahanan tersebut dilakukan sesuai dengan Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Masing-masing tersangka sudah didampingi pengacara," katanya singkat. Sementara itu, satu tersangka lain belum ditahan lantaran masih sakit.

Ia menjelaskan, kejaksaan memiliki dua alasan untuk menahan tersangka tersebut. Adapun dua alasan itu merupakan alasan subjektif dan alasan objektif.

Baca Juga: Kejati Sumbar Tahan 12 Tersangka Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Sicincin

"Ada alasan subjektif dan objektif di pasal 21 itu. Kemudian di Pasal 21 ayat 4, ancaman pidananya, 5 tahun ke atas, bisa sampai 20 tahun," jelas dia.

Sementara itu, terkait kerugian negara akibat dugaan praktek pencurian uang negara itu, jumlahnya masih dihitung.

Baca Juga: Saksi Maling Uang Ganti Rugi Tol Padang-Pekanbaru Banyak yang Mangkir dari Panggilan Kejati Sumbar

Suyanto menyebut, proses penghitungan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Kita kemarin sudah melakukan perhitungan. Perhitungan dari alat bukti yang didapat oleh penyidik, berapa masing-masing mereka menerima, kemudian dikuatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), kemudian kita kuatkan pula dari rekening koran dan buku bank," paparnya.

Baca Juga: Dana Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekanbaru Dimaling, Athari : Pantas Pembebasannya Lama!

Sementara itu, hingga saat ini belum ada pengembalian dana dari para tersangka. Sejauh ini pihaknya sudah berkolaborasi dengan Asintel.

"Belum ada pengendalian dana, tapi kita berusaha. Kita akan berkolaborasi dengan Asintel, akan tetap berusaha melakukan proses tracing dan sebagainya," jelas Suyanto.

"Penyidikan hari ini sudah melakukan upaya paksa. Artinya sesuai dengan prinip UU Korupsi, Pasal 4, untuk pengembalian tidak menghapus pidana," lanjutnya.

Kemudian ia menyampaikan Pelacakan aset. "Hari ini kita periksa tersangka, sudah kita BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," ujarnya.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X