Kejati Sumbar Tahan 12 Tersangka Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Sicincin

- Rabu, 1 Desember 2021 | 20:31 WIB
12 terangka dugaan korupsi ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin (HALUAN PADANG - Tio Furqan)
12 terangka dugaan korupsi ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin (HALUAN PADANG - Tio Furqan)

HALUAN PADANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat resmi menahan 12 tersangka dugaan korupsi pembayaran ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin pada Rabu (01/12).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Suyanto mengatakan, penahanan tersebut dilakukan sesuai dengan Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Masing-masing tersangka sudah didampingi pengacara," katanya singkat. Sementara itu, satu tersangka lain belum ditahan lantaran masih sakit.

Baca Juga: Saksi Maling Uang Ganti Rugi Tol Padang-Pekanbaru Banyak yang Mangkir dari Panggilan Kejati Sumbar

Ia menjelaskan, kejaksaan memiliki dua alasan untuk menahan tersangka tersebut. Adapun dua alasan itu merupakan alasan subjektif dan alasan objektif.

"Ada alasan subjektif dan objektif di pasal 21 itu. Kemudian di Pasal 21 ayat 4, ancaman pidananya, 5 tahun ke atas, bisa sampai 20 tahun," jelas dia.

Baca Juga: Dana Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekanbaru Dimaling, Athari : Pantas Pembebasannya Lama!

Adapun satu tersangka yang belum ditahan karena sakit tersebut adalah SY, ia merupakan salah satu penerima uang ganti rugi.

Untuk SY, Suyanto menyampaikan bahwa yang bersangkutan akan diberi panggilan untuk menghadapi kejaksaan pada Selasa (7/12).

Baca Juga: Dugaan Kongkalikong Maling Ganti Rugi Lahan Tol: dari Rakyat Biasa Sampai Pejabat Negara

Kendati tersangka sudah ditahan, Suyanto menyebut proses penyidikan masih tetap berlanjut.

Smeentara itu, penetapan status tersangka dan penahan dilakukan pada 12 orang ini setelah Kejati memeriksa 80 saksi.

"Awalnya ada 100 orang saksi yang diperiksa, mana yang relevan memenuhi kriteria sebagai alat bukti. Kemudian mengerucut jadi sekitar 80 saksi," jelasnya.

Kemudian pihaknya akan bekerja secepat mungkin agar sampai P21. "Kita kerja secepat mungkin agar naik ke persidangan," pungkasnya.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X