Darurat, LBH Padang dan Nurani Perempuan Bentuk Relawan Anti Kekerasan Seksual

- Selasa, 30 November 2021 | 15:20 WIB
Ilustrasi Sumbar Darurat Kekerasan Seksual (HALUAN CREATIVE | M Budiman)
Ilustrasi Sumbar Darurat Kekerasan Seksual (HALUAN CREATIVE | M Budiman)

HALUAN PADANG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang dan Nurani Perempuan Woman Crisis Centre membentuk relawan anti kekerasan seksual, menyusul pernyataan “Sumbar Darurat Kekerasan Seksual” dari LSM dan media massa.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Direktur LBH Padang Indira Suryani ketika dihubungi Haluan Padang via telepon pada Senin (29/11).

“Kami telah mengadakan pertemuan internal LBH Padang secara virtual melalui aplikasi Zoom, mau bikin relawan anti kekerasan seksual. Jadi, memang LBH dan Nurani Perempuan ada rencana,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut menanggapi masifnya situasi kekerasan seksual di Sumatera Barat belakangan.

Baca Juga: Terbitkan SE Penanganan Kekerasan Seksual Anak, Gubernur Sumbar Libatkan MUI dan Ormas Islam

“Kami ingin membuka voluntary, relawan-relawan untuk mencegah kekerasan seksual dan membantu kampanye anti kekerasan seksual di Sumatera Barat,” imbu Indira.

Terkait program, ia menyatakan tengah disiapkan.

“Programnya sedang kami siapkan, kami mencari para pemuda, pemudi, pelajar, dan siapa pun yang pro terhadap korban kekerasan seksual, yang ingin membebaskan ruang hidup kita di rumah, ruang publik, sekolah, untuk bebas dari kekerasan seksual, maka bisa mengikuti program ini,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Sumbar Terbitkan SE Percepatan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak

Program tersebut menurutnya sekitar dua minggu lagi akan diluncurkan.

“Kami membahas, sejak kami mendeklarasikan Sumbar darurat kekerasan seksual, banyak dukungan dari kawan muda yang mengirim pesan via DM, ‘apa yang bisa kami bantu’,” tuturnya.

Kemudian ia menyampaikan, dukungan anak muda terhadap isu ini sangat penting dan relevan untuk bagaimana kemudian memastikan terciptanya ruang aman bebas kekerasan seksual di Sumatera Barat.

Baca Juga: Dukung Program Pemberantasan Kekerasan Seksual, Irawati Apresiasi Sikap Tegas Wali Kota Padang

“Jadi ini kita lihat juga dari situasi tingginya dukungan dari anak muda yang ingin berperan dalam isu-isu kekerasan seksual. Jadi, kami, LBH dan Nurani Perempuan, memandang bahwa kami tidak bisa menyelesaikan ini sendiri,” ucap Indira.

Menurutnya dengan adanya dukungan dari banyak orang, akan bisa menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual dengan cepat. “Agar kita bisa menjamin ruang bebas tanpa kekerasan seksual bagi anak-anak kita di kemudian hari,” ujarnya.

Baca Juga: Jaringan Peduli Perempuan Tuntut Pemprov Sumbar Segera Selesaikan Masalah Kekerasan Seksual

“Untuk anak muda, pelajar, mahasiswa atau siapa pun yang pro terhadap ruang aman untuk bebas dar kekerasan seksual, bisa bergabung di sini,” pungkas Indira.

Untuk diketahui, sebelumnya pada 18 November 2021 melalui media Sosial Instagram, LBH Padang mendeklarasikan, Sumatera Barat “Darurat Kekerasan Seksual”.

Deklarasi tersebut menyusul tersiarnya kabar perkosaan berjamaah oleh anggota keluarga dan orang terdekat terhadap anak perempuan usia 5 dan 7 tahun pada 17 November 2021.

Sementara itu, Direktur Nurani Perempuan WCC Rahmi Meri Yenti dalam aksi damai “Mengenang Duka Korban Kekerasan Seksual” di depan Kantor Gubernur pada Kamis (25/11) menyampaikan, pihaknya telah menangani 48 kasus kekerasan seksual selama Januari-November 2021.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X