Karena Punya Keluarga yang Perlu Dinafkahi, Gubernur Non-aktif Tukang Maling Uang Rakyat Divonis Lebih Ringan

- Selasa, 30 November 2021 | 12:30 WIB
M Nurdin Abdullah Terdakwa Maling Uang Rakyat di Sulawesi Selatan (berita Nusra)
M Nurdin Abdullah Terdakwa Maling Uang Rakyat di Sulawesi Selatan (berita Nusra)

HALUAN PADANG - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar menjatuhkan hukuman lebih ringan pada  Gubernur Sulawesi Selatan non-aktif Nurdin Abdullah dibanding tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman lebih ringan satu tahun, yaitu 5 tahun penjara, dibanding tuntutan jaksa KPK yang meminta Nurdin divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan.

Menurut Majelis Hakim, hukuman lebih ringan itu  diberikan karena Nurdin, yang terbukti menerima suap gratifikasi senilai 350.000 dolar Singapura dan Rp8,087 miliar itu, adalah terdakwa yang belum pernah dihukum serta punya keluarga yang perlu dinafkahi.

"Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga yang perlu dinafkahi," kata Hakim, Senin, 29 November 2021 malam, seperti dikutip dari Pikiran Rakyat.

Selain itu, Nurdin dinilai bersikap sopan dan kooperatif serta tak menganggu persidangan.

"Sopan dan kooperatif serta tidak pernah bertingkah dengan macam-macam alasan yang mengakibatkan persidangan tidak lancar," ujar Hakim.

Hal yang memberatkan Nurdin Abdullah adalah perbuatannya yang bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi alias maling uang rakyat.

Hakim juga mencabut hak politik Nurdin Abdullah selama tiga tahun yang mulai berlaku sejak Majelis Hakim menjatuhkan vonis 5 tahun penjara.

"Menetapkan pidana tambahan terhadap terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," kata Hakim. (*)

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

X