DPRD Sumbar Dorong Pemprov Ambil Langkah Konkrit Tangani Kekerasan Seksual

- Rabu, 24 November 2021 | 16:41 WIB
Ketua DPRD Sumbar, Supardi
Ketua DPRD Sumbar, Supardi

HALUAN PADANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat mendorong pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkrit terkait tingginya angka kekerasan seksual yang terjadi dalam 2 bulan terakhir.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, pihaknya sudah meminta Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah untuk berkoordinasi dengan pemerintah tingkat Kabupaten/Kota.

"Nantinya, kami minta gubernur berkoordinasi dengan pemerintah kota maupun kabupaten dalam mengambil kebijakan terkait hal ini. Jangan biarkan kasus kekerasan seksual menjadi lazim di tengah masyarakat," katanya dikutip dari Antara.

Baca Juga: Sumbar Darurat Kekerasan Seksual

Baca Juga: Kecam Kekerasan Seksual, Hendri Septa: Kita Kawal Sampai Tuntas

Baca Juga: Padang Rawan Kekerasan Seksual, Sistem Perlindungan Anak Harus Dievaluasi

Supardi menilai, perihal kekerasan seksual yang tengah marak di Sumbar saat ini terjadi akibat beberapa faktor, salah satuunya adalah digitalisasi.

Menurut dia, digitalisasi membuat sejumlah kalangan masyarakat tidak bijaksana dalam mengakses informasi sehingga hal ini harus menjadi perhatian banyak pihak.

Baca Juga: Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Anak, Sekolah Perlu Kurikulum Kesehatan Reproduksi

Baca Juga: Berikut ini Ciri-ciri Anak yang Mungkin Alami Kekerasan Seksual, Cara Melaporkan, dan Cara Pencegahan

Baca Juga: Darurat! Athari Minta Pemda Segera Hadirkan Pusat Layanan Pengaduan Bagi Penyintas Kejahatan Seksual

"Seluruh unsur harus dirangkul dalam pembangunan moral yang baik, terpenting adalah ulama sehingga kasus-kasus tersebut bisa di antisipasi sebelum lebih mencoreng marwah Minangkabau," sebut dia.

Pembangunan sumber daya manusia Sumbar harus sesuai program Minang Religius, pola tersebut menjadi program strategis pemerintah daerah.

Sejak Januari hingga Juli 2021 setidaknya ada tujuh kasus pemerkosaan yang terjadi di Sumbar, empat pelecehan seksual, dan satu kasus sodomi.

Pada tahun 2019, Nurani Perempuan mencatat ada 105 kasus yang menimpa perempuan, dan di tahun 2020 tercatat mencapai 94 kasus.

Pada 2019 angka pemerkosaan mencapai 25 kasus, enam kasus pelecehan seksual, dan sembilan kasus sodomi. Sedangkan pada tahun 2020, angka pemerkosaan mencapai 34 kasus, pelecehan seksual 13 kasus, dan sodomi satu kasus.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X