Penyidikan Kasus Investasi Bodong di Agam Bakal Libatkan OJK Sumbar

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:27 WIB
Mapolda Sumbar
Mapolda Sumbar

HALUAN PADANG - Kepolisian Daerah Sumatera Barat telah selesai menggelar perkara kasus dugaan investasi bodong yang terjadi di Agam beberapa waktu lalu.

Saat ini kasus tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan dan Polda Sumbar bakal melibatkan stakeholder terkait untuk melengkapi berkas kasus tersebut.

"Sejauh ini, dari hasi penyelidikan, tim penyidik memang menemukan unsur pidana," kata Kabid Humas Polda SUmbar, Kombes  Pol Satake Bayu.

Baca Juga: Polda Sumbar Akan Panggil 4 Orang Saksi Terkait Investasi Bodong Pengelolaan Mukena dan Selendang

Untuk melengkapi kasus demi penetapan kasus tersangka, Polda Sumbar bakal bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dalam waktu dekat bakal ada penetapan tersangka. Sejauh ini kami sudah memeriksa 9 orang saksi termasuk terlapor sendiri," ujar dia singkat.

Sebelumnya diketahui ratusan orang melaporkan praktek investasi bodong yang dilakukan oleh seorang perempuan warga Koto Hilalang, Kabupaten Agam ke Polda Sumbar.

Baca Juga: Terungkap! Investasi Bodong Berkedok Pengelolaan Mukena di Agam, Kerugian Korban Sampai Miliyaran Rupiah

Sebanyak 140 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia melaporkan perempuan yang berinisial RY (37) itu ke Polda Sumbar pada 28 Agustus 2021 lalu.

Pelaporan tersebut dibantu oleh kantor pengacara M. Nur Idris & Associates yang mana pelaporan terdokumentasikan dengan nomor No.STTL/336.a/VIII/YAN/2002/SPKT-Sbr.

Baca Juga: Begini Modus Pelaku Investasi Bodong di Agam Raup Modal Hingga Ratusan Juta

Dikutip dari Kaba12, pengacara 140 orang korban, M. Nur Idris mengatakan, dalam pelaporan itu disebutkan bahwa kerugian korban akibat inivestasi bodong ini mencapai Rp13 miliyar.

"Kami melaporkan seorang perempuan berinisial RY (37) bersama beberapa orang pengelola investasi yang kesemuanya merupakan warga yang berdomisili di Koto Hilalang Ampek Angkek Kabupaten Agam," katanya.

Dalam laporan, Idris menyebutkan bahwa RY melakukan aksinya dengan kedok pengelolaan mukena dan selendang yang akan dijual ke Negara Malaysia dan Pusat Grosir Pasar Simpang Aur Kuning Bukittinggi.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

Terpopuler

X