Simpan Bahan Peledak 35 Kilogram, Imam Mulyana: Saya Menyesal

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:47 WIB
Napi Terorisme (Napiter) Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bernama Imam Mulyana (Dok Istimewa)
Napi Terorisme (Napiter) Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bernama Imam Mulyana (Dok Istimewa)

HALUAN PADANG - Narapidana terorisme, Imam Mulyana yang ditangkap pada 2017 baru mengaku bahwa dirinya masih menyimpan peledak seberat 35 kilogram di Gunung Ciremai pada 2021.

Kemudian bom yang disimpannya itu telah amankan serta diledakan oleh aparat. Dikutip dari CNN Indonesia, Imam Mulyana mengaku tidak menyangka bahwa bom tersebut sangat berbahaya.

"Saya sendiri tidak menyangka bahwa ternyata sangat berbahaya. Sehingga ketika mendengar ledakan tersebut saya menangis. Menangis karena setelah saya menyadari begitu berbahayanya barang tersebut," katanya.

Diketahui, bom tersebut di temukan di ketinggian Ciremai pada Jumat (1/10/2021) oleh densus 88 selepas Imam mengungkap masih menyimpan bahan peledak di ketinggian 1.450 MdPL tepatnya seputaran Blok Cipater, Desa Bantar Agung, Sindanwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Imam Mulyana sendiri merupakan satu pengikut jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ia diringkus aparat ketika Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hendak menghadiri sebuah acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX pada tahun 2017 di Taman Gua Sunyaragi.

[MAGANG | Viola Rahma Hafifah]

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

X