Polisi Berencana Hentikan Kasus Surat Bertandatangan Gubernur Sumbar

- Senin, 4 Oktober 2021 | 09:13 WIB
Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda
Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda

HALUANPADANG.COM - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang berancang-ancang menghentikan kasus dugaan penipuan permintaan sumbangan, dengan memakai surat bertandatangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Penghentian ini dilakukan karena polisi tidak menemukan unsur penipuan dalam kasus ini.

"Dalam penyidikan, petugas sudah sampai pada kesimpulan kalau unsur penipuan dalam kasus ini tidak ada," terang Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda.

Dijelaskan Rico, awal kasus ini adanya kecurigaan sejumlah pengusaha yang dimintai uang oleh lima orang.

Uang itu katanya akan digunakan untuk menerbitkan buku profil Sumbar, yang berjudul: Sumatera Barat, Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan.

Buku itu, rencananya akan diterbitkan dalam bentuk soft copy, dengan tiga bahasa sekaligus. Mulai dari Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Untuk mendapatkan sumbangan, para pelaku yang mencari sumbangan, membawa surat bertandatangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Surat tersebut bernomor 005/3904/V/Bappeda-2021 tersebut perihal penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatra Barat.

Surat inilah yang menjadi objek dugaan penipuan. Para pelapor curiga kalau surat itu palsu, dan pelaku yang menyebarkannya dicurigai hanya menjual-jual nama gubernur agar diberi sumbangan.

Nyatanya, surat tersebut benar adanya. Suratnya tidak palsu. Memang diterbitkan secara resmi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar. Tantangan gubernur yang terbubuh di surat tersebut, juga tandatangan asli.

"Suratnya asli, bukan palsu. Kasus penipuannya baru ada kalau surat itu seandainya palsu. Sekarang, dari hasil penyidikan diketahui surat tersebut otentik," papar Kompol Rico.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X