BKSDA Sumbar Amankan Satu Alat Berat yang Babat Hutan Lindung di Pasaman

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 17:30 WIB
BKSDA Sumbar temukan alat berat yang membabat hutan di Kabupaten Pasaman
BKSDA Sumbar temukan alat berat yang membabat hutan di Kabupaten Pasaman

HALUAN PADANG - Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), tim Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Polda Sumbar mengamankan satu unit alat berat yang beroperasi di dalam kawasan hutan lindung Kabupaten Pasaman.

Alat berat jenis Excavator itu diketahui beroperasi di kawasan hutan suaka margasatwa Malampah Alahan Panjang di jorong Tarantang Tunggang nagari Binjai kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Dalam laporan BKSDA Sumbar, penangkapan itu terjadi Senin (27/9) lalu. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono mengatakan operasi alat berat ini awalnya diketahui dari patroli petugas.

"Saat itu, excavator tersebut sedang digunakan untuk pembukaan jalan menuju lokasi lahan perkebunan sepanjang lebih 700 meter," katanya.

Setelah meminta keterangan dua orang saksi yang merupakan warga setempat yakni S (34) dan A (66), tim gabungan kemudian langsung membawa alat berat itu keluar dari kawasan hutan.

"Butuh waktu empat hari bagi tim gabungan baru berhasil membawa dan mengangkut dari kawasan hutan yang merupakan salahsatu habitat harimau sumatera itu," sebut Ardi.

"Akses jalan yang jauh dan medan yang cukup sulit ditambah kondisi kerusakan pada alat berat membuat tim gabungan harus bekerja keras untuk membawanya keluar," imbuhnya.

Alat baru berhasil dikeluarkan tim gabungan dari lokasi ditemukan pada hari Kamis (30/09) dan selanjutnya dibawa ke kantor Resor KSDA Agam di Lubuk Basung untuk diamankan.

Perbuatan itu melanggar Pasal 92 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 17 Ayat (2) huruf a Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagai mana telah diubah dengan Pasal 37 butir 16 Pasal 92 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 37 butir 15 Pasal 17 Ayat (2) huruf a Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit 1,5 Miliar dan paling banyak Rp5 Miliar.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

X