Ironi Korban Pemerkosaan di Agam: Dipukuli Hingga Bengkak, Lalu Ditinggal Telanjang di Kebun Sawit

- Minggu, 26 September 2021 | 17:04 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan/https://clickmeidn.com
Ilustrasi Pemerkosaan/https://clickmeidn.com

HALUANPADANG.COM – Kasus pemerkosaan seorang gadis yang tergiur pekerjaan di Tanjung Mutiara, Agam, meninggalkan kisah pilu. IM (16), bukannya diberi pekerjaan oleh pelaku, tapi malah diperkosa. Ironisnya, usai diperkosa, IM ditinggal begitu saja dalam keadaan telanjang di kebun sawit.

Kisah tragis yang dialami IM, adalah nestapa berkepanjangan yang sulit dilupakan seumur hidupnya. Keinginannua untuk bekerja dan mendapatkan uang demi memenuhi nafkah malah berakhir traumatik. Kehormatannya terenggut, dia diperlakukan tak ubah sebagai pelampiasan nafsu semata.

Tidak hanya dipaksa melayani nafsu bejat pelaku berinisial AS (35), IM juga dipukuli. Dia menolak melayani AS yang sudah seperti kerasukan setan. Penolakan itu berbuah penganiayaan. IM dipukul. Kepalanya bengkak. Dalam kondisi kesakitan itulah AS melakukan pemerkosaan.

Seakan tanpa dosa, usai melampiaskan nafsunya, AS pergi begitu saja. Seolah tanpa belas kasihan, IM ditinggal di tengah kebun sawit yang jauhd ari pemukiman. Tanpa pakaian. Telanjang, dan dengan kondisi kepala yang bengkak, buah dari pukulan AS.

Baca Juga: Alasan Pelaku Menjadi Begal Payudara: Terpengaruh Film Porno atau Pelampiasan Nafsu Para Jomblo?

Dalam kepayahannya, IM berhasil mendapat pertolongan. Ia ditemukan warga pada sore Kamis (23/9/2021). Warga yang baik langsung menolong, memberinya pakaian lalu membawanya ke pemukiman. Sewaktu bersua dengan warga, mata IS sudah sabak karena menangis berjam-jam. Dia meratapi nasibnya.

Setelah diselamatkan, diberi pakaian layak, IM bercerita akan nasibnya. Dia menceritakan segala yang menimpanya, mulai dari tawaran bekerja di lapau nasi dengan gaji Rp200 ribu, hingga kemudian dibonceng ke kebun sawit milik PT Mutiara Agam, Jorong Muaro Putuih, Nagari Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Pukul 20.00 WIB, IM lalu dibawa ke Polsek Tanjung Mutiara, untuk membuat laporan. Usai laporan dibuat, polisi yang marah dengan ulah pelaku langsung melakukan pengejaran. Semalam suntuk pelaku dikejar, dan akhirnya berhasil ditangkap.

Baca Juga: Kejam! Gadis Asal Agam Diperkosa di Kebun Sawit Usai Dibujuk Kerja dengan Upah Rp200 Perhari

Pelaku AS diciduk pada Jumat (24/9/2021) sore . Kini dia meringkuk di sel tahanan Polsek Tanjung Mutiara, dan dipastikan lama di penjara. “Kurang dari 24 jam, pelaku berhasil kami tangkap,” terang Kapolsek Tanjung Mutiara Iptu Muswar Hamidi.

Saat ditangkap, pelaku mengakui bahwa ia sengaja membujuk korban untuk bekerja di rumah makan istrinya dengan diimingi gaji Rp200 ribu perhari. "Korban tergiur dan ikut pergi bersama pelaku, namun faktanya korban malah dibawa ke dalam kebun sawit untuk diperkosa dan kemudian ditinggal kabur," ujar Kapolsek.

Dari kejadian, pelaku dikenakan pasal 81 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X