Alumni: Jangan Kaitkan Kasus Azis Syamsudin dengan SMA 2 Padang

- Sabtu, 25 September 2021 | 17:20 WIB
Azis Syamsudin digiring petugas dengan memakai rompi orange,Suara.com
Azis Syamsudin digiring petugas dengan memakai rompi orange,Suara.com

HALUANPADANG.COM – Alumni SMA Negeri 2 Padang buka suara terkait kasus yang menimpa Azis Syamsudin yang juga merupakan alumni sekolah unggulan di Sumatera Barat tersebut. Tindakan Azis yang kini sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap, sama sekali tidak berhubungan dengan sekolah, tempat dia dulu pernah menuntut ilmu.

Salah seorang alumni SMA 2 Padang, Maidestal Hari Mahesa mengaku keberatan jika persoalan Azis Syamsudin yang merupakan politisi Golkar disangkutkan dengan lembaga dia pernah menuntut ilmu.

“Saya sebagai salah seorang alumni sangat keberatan jika kasus yang menjerat Azis Syamsudin disnagkut-sangkutkan dengan SMA 2 Padang,” ucap Maidestal Hari Mahesa kepada haluanpadang.com, Sabtu (25/9/2021) siang.

Dijelaskan Maidestal, Azis menjadi anggota DPR RI, bahkan Wakil Ketua DPR RI bukan utusan SMA 2 Padang, tapi berasal dari Golkar, sebagai tempatnya bernaung secara politik. “Beliau (Azis) bukan utusan SMA 2 Padang, ngapain dikatikan dengan SMA 2 Padang. Ini irisan yang berbeda,” papar Maidestal.

Maidestal menambahkan, seharusnya, pemberitaan dikaitkan dengan yang memang punya irisan dengan tindakan yang dilakukan Azis. “Kaitannya tentu dengan yang lain, bukan dengan SMA yang sudah puluhan tahun beliau lewati dalam menuntut ilmu,” kata Maidestal.

Baca Juga: Mengenal Revenge Travel, Balas Dendam Berwisata Saat Pandemi

Mantan anggota DPRD Padang tersebut juga memikirkan dampak dari pengaitan Azis Syamsudin dengan SMA 2 Padang, terhadap proses belajar mengajar. “Kasihan dengan adik-adik yang saat ini sedang proses belajar mengajar. Secara tidak langsung membuat guncang, baik sekolah atau almameter, karena seniornya ditangkap KPK,” lanjut Maidestal.

Secara tegas Esa menyimpulkan, kalau yang dituliskan dalam pemberitaan seharusnya organisasi atau lembaga yang tertaut langsung dengan Azis Syamsudin saat ini. “Tuliskan saja darimana dia berasal, seperti partai politik tempat dia bernaung,” tulis Maidesral.

KPK diketahii menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin usai diperiksa intensif, Jumat malam. Azis telah ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan DAK Lampung Tengah tahun 2017.

Ketua KPK Firli Bahuri membeberkan kronologi perkara suap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu terhadap bekas penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Firli mengatakan komunikasi Azis dan bekas penyidik KPK itu bermula pada Agustus 2020.

Azis, kata Firli, menghubungi Robin untuk mengurus kasus dugaan korupsi DAK Kabupaten Lampung Tengah yang tengah ditangani KPK. Kasus itu menyeret nama Azis dan Aliza Gunado, kolega Azis di Partai Golkar.

Baca Juga: Selidiki Kasus Pemukulan Pelajar, Polres Pasbar Periksa Wali Nagari dan Pihak Sekolah

"AZ (Azis menghubungi SRP (Robin) dan meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan AZ dan AG dan sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK," kata Firli dalam konferensi pers, Sabtu dini hari, 25 September 2021.

Firli mengatakan, Robin Pattuju lantas menghubungi pengacara Maskur Husain untuk ikut mengurus dan mengawal kasus tersebut. Maskur lantas meminta Azis dan Aliza agar masing-masing dari mereka menyiapkan uang sebesar Rp2 miliar.

"SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ," ucapnya.

Selanjutnya, Maskur diduga meminta uang muka sebesar Rp 300 juta dari Azis. Robin lantas memberitahukan nomor rekening Maskur kepada Azis.

Sebagai komitmen dan tanda jadi, kata Firli, Azis lantas mentransfer uang sebesar Rp 200 juta dari rekening pribadinya ke rekening Maskur secara bertahap.

Masih di periode yang sama, Robin kemudian datang menemui Azis di rumah dinasnya di kawasan Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang. Menurut Firli, Azis memberikan uang secara bertahap yakni USD 100.000, SGD 17.600, dan SGD 140.500.

Mata uang asing itu kemudian ditukar oleh Robin menjadi mata uang Rupiah di tempat penukaran uang (money changer) dengan menggunakan identitas lain.

Baca Juga: 3 Ekor Harimau Muncul di Ladang Milik Warga di Solok Selatan

"Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 miliar," ucap Firli.

KPK menangkap Azis dari rumahnya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat malam, 24 September 2021. Saat ini, legislator dari daerah pemilihan Lampung II itu ditahan selama 20 hari, terhitung mulai 24 September hingga 13 Oktober 2021, di Rumah Tahanan Kepolisian Resor Jakarta Selatan.

Nama Azis Syamsuddin muncul dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK. Salah satunya, dalam perkara korupsi yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa.

Bersama mantan Direktur PT Jasa Lampung Utama (LJU), Aliza Gunado, nama Azis muncul dalam sidang korupsi dengan terdakwa Mustafa pada 11 Februari 2021.

Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Lampung Tengah, Taufik Rahman yang bersaksi dalam sidang tersebut mengungkap bahwa ada fee sebesar Rp2,5 miliar untuk mengurus Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tahun 2017 melalui Aliza Gunado yang kemudian diserahkan kepada Azis Syamsuddin.

Aliza Gunado merupakan salah satu saksi yang telah dicegah oleh KPK untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus dugaan suap penanganan perkara mantan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS). Aliza Gunado erat kaitannya dengan Azis Syamsuddin.

Dalam sidang etik yang digelar Dewan Pengawas (Dewas) dengan terperiksa mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju, beberapa waktu lalu, terungkap adanya dugaan pemberian uang sebesar Rp3,15 miliar dari Azis Syamsuddin.

Uang sebesar Rp3,15 miliar itu diperuntukkan untuk Stepanus Robin Pattuju. Uang itu disebut-sebut berkaitan dengan kesaksian Aliza Gunado. Uang itu disebut mengalir juga oleh Maskur Husain.

Baca Juga: Viral Video Pemukulan Pelajar SMP di Pasaman Barat, Korban Dipukull Hingga ke Kebun Sawit

Belakangan, Stepanus Robin Pattuju tiba-tiba mengaku telah meralat pengakuannya itu. Ia membantah pernah menerima uang dari Azis Syamsuddin. Meskipun membantah, KPK ternyata mengusut aliran uang dari Azis Syamsuddin untuk Stepanus Robin Pattuju itu.

Dugaan pengusutan aliran uang dari Azis Syamsuddin untuk Stepanus Robin Pattuju tersebut didalami penyidik KPK lewat Aliza Gunado. Aliza Gunado pernah diperiksa sebagai saksi pada Kamis, 17 Juni 2021, lalu. Aliza diperiksa saat proses penyidikan Stepanus Robin.

"Dari hasil pemeriksaan, Aliza Gunado (swasta) dan Gita Varera (Ibu rumah tangga), para saksi dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka SRP dan tersangka MH," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat, 18 Juni 2021.

Bahkan, dalam dakwaan Stepanus Robin Pattuju, juga terungkap jelas aliran uang dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado. Azis dan Aliza disebut pernah memberikan sejumlah Rp3 miliar dan 36.000 dolar AS untuk Stepanus Robin Pattuju. Uang itu diduga berkaitan dengan perkara yang di Lampung Tengah yang sedang disidik KPK. (*)

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X