Disetujui DPR RI, Urang Awak yang ke Kantor Pakai Motor Shogun itu Kini Menjadi Hakim Agung

- Rabu, 22 September 2021 | 09:05 WIB
Haswandi, hakim asal Payakumbuh yang terpilih sebagai hakim agung/detik.com
Haswandi, hakim asal Payakumbuh yang terpilih sebagai hakim agung/detik.com

HALUANPADANG.COM – Komisi III DPR RI yang membidangi hukum akhirnya menetapkan tujuh hakim agung, Selasa (21/9/2021). Dari tujuh nama yang disetujui DPR, salah satunya adalah Haswandi, hakim sarat pengalaman yang merupakan urang awak.

Persetujuan itu dilakukan setelah Komisi III DPR RI menggelar paripurna laporan hasil uji kelayakan, dimana DPR harus memilih tujuh hakim agung dari 11 orang yang diusulkan Komisi Yudisial.

Ketujuhnya sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin, 20 September 2021.

Tujuh hakim agung yang lolos fit and proper test Komisi Hukum adalah Dwiarso Budi Santiarto, Jupriyadi, Prim Haryadi, Suharto, Yohanes Priyani yang merupakan hakim agung kamar pidana, lalu hakim agung kamar militer Brigadir Jenderal TNI Tama Ulinta Br Tarigan. Haswandi sendiri merupakan hakim agung kamar perdata Haswandi.

Baca Juga: Perdagangan Ilegal Minuman Beralkohol, Polda Sumbar: Pelaku Jual Lewat Daring

Dari sejumlah literatur diketahui kalau Dr H Haswandi lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, 2 April 1961. Haswandi merupakan hakim karier di lingkungan peradilan umum.

Haswandi sebelumnya pernah menjabat sebagai hakim tinggi DKI Jakarta dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Jakarta Selatan.

Haswandi besar dan dilahirkan dari keluarga yang berprofesi sebagai pendidik. Ia menikah dengan Elfi Sumarni Bunas yang sekarang berprofesi sebagai dokter. Bersama Elfi, saat ini Haswandi telah memiliki empat orang anak.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas mulai diangkat menjadi calon hakim pada Pengadilan Negeri Bukittinggi pada 1985. Dia lalu menjadi hakim tetap. Setelah diangkat menjadi hakim tetap haswandi beberapa kali dipindahtugaskan. Namun 22 tahun karirnya dihabiskan di Pulau Sumatra.

Baca Juga: Ini Merek Minuman Beralkohol yang Disita Polda Sumbar dari Praktek Perdagangan Ilegal

Mulai tahun 2007 Haswandi ditugaskan untuk mengadili perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selama bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana.

Hal ini terlihat dari kendaraan yang Ia gunakan. Untuk bekerja sehari-hari ia menggunakan motor Suzuki Shogun yang ia beli sejak 2007 sebagai sarana transportasinya.

Hakim Haswandi mulai dikenal publik saat menjadi anggota majelis yang menangani kasus dugaan pemotongan dana pengamanan pilkada Jabar dengan tersangka mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji.

Baca Juga: Setelah Marlina, Muncul Wanita Berinisial S yang Mengaku Korban Pelecehan Ayah Taqy Malik

Haswandi duduk sebagai anggota majelis bersama hakim Artha Theresia dan Charis Mardiyanto sebagai ketua majelis.

Dalam persidangan haswandi cukup kritis dalam menggali informasi dan fakta dari para saksi termasuk enam mantan Kapolres pada saat Susno Duadji menjadi Kapolda Jabar.

Namun, Haswandi tidak ikut menjatuhkan vonis terhadap Susno karena sebelum persidangan selesai, ia dipromosikan menjadi Wakil Ketua PN Batam. (*)

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X