Begini Modus Pelaku Investasi Bodong di Agam Raup Modal Hingga Ratusan Juta

- Selasa, 7 September 2021 | 17:48 WIB
[Ilustrasi] investasi bodong.  (Shutterstock)
[Ilustrasi] investasi bodong. (Shutterstock)

HALUANPADANG.COM - Ratusan orang melaporkan praktek investasi bodong yang dilakukan oleh seorang perempuan warga Koto Hilalang, Kabupaten Agam ke Polda Sumbar.

Sebanyak 140 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia melaporkan perempuan yang berinisial RY (37) itu ke Polda Sumbar pada 28 Agustus 2021 lalu.

Pelaporan tersebut dibantu oleh kantor pengacara M. Nur Idris & Associates yang mana pelaporan terdokumentasikan dengan nomor No.STTL/336.a/VIII/YAN/2002/SPKT-Sbr.

Dikutip dari Kaba12, pengacara 140 orang korban, M. Nur Idris mengatakan, dalam pelaporan itu disebutkan bahwa kerugian korban akibat inivestasi bodong ini mencapai Rp13 miliyar.

Idris menjelaskan, dalam prakteknya terlapor RY bekerjasama dengan saudaranya untuk meraup modal dari calon investor.

"Jadi bukan terlapor RY yang langsung menghubungi investor tapi lewat orang lain (seller) yakni adik dari RY yang bertugas menghubungi korban dimana rata-rata adalah temannya semasa kuliah dulu," katanya.

Baca Juga: Terungkap! Investasi Bodong Berkedok Pengelolaan Mukena di Agam, Kerugian Korban Sampai Miliyaran Rupiah

Dengan praktek demikian, katanya, korban yang tertipu dengan modus RY ini bisa tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

"Makanya ada korban yang berdomisli di Kota Bukittinggi, Padang serta berbagai daerah lain di luar Sumbar seperti Jakarta, Bandung, Tanggerang, Depok, Bekasi, Banten, Jambi, Lampung, Riau dan Kalimantan," terang dia.

Sedangkan jika dilihat dari Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) sebagai bukti ada yang mengalami kerugian mulai dari Rp2 juta sampai Rp600 juta untuk satu orang investor.

Halaman:

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

X