Sikap! Haluan Padang Ganti Kata Korupsi dengan Maling!

- Senin, 30 Agustus 2021 | 16:18 WIB

Maling! Akhirnya kami memilih kata ini sebagai pengganti kata korupsi dalam pemberitaan, dan mengganti penyebutan koruptor, sebagai pelaku korupsi dengan pelaku maling, perampok, dan garong uang rakyat. Ini sikap dan komitmen kami, haluanpadang.com dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di negeri ini.

Keputusan untuk mengganti kata korupsi dalam pemberitaan sudah melalui perdebatan dan diskusi yang panjang. Di awal-awal, ada yang tak sepakat, bahkan mengkoreksi. Ketidaksepakatan itu berpijak pada telaah bahasa. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata korupsi sendiri merupakan kata turunan dari maling. Korupsi, secara khusus merupakan perbuatan penyelewenangan atau penyalahgunaan uang negara, atau lembaga untuk kepentingan pribadi. Pengertian maling lebih umum, yakninya mengambil barang secara sembunyi-sembunyi.

Namun, melalui musyawarah, akhirnya kami sepaham, bahwa benar, para perampok uang rakyat tersebut sudah saatnya disanksi secara sosial untuk menimbulkan efek jera, baik bagi pelaku atau para pejabat lainnya, yang dengan jabatannya bisa saja melakukan perbuatan tercela. Semangat yang diusung adalah semangat pemberantasan korupsi. Dengan menukar kata korupsi, masyarakat diharapkan lebih gampang memahami resiko yang ditimbulkan oleh perbuatan koruptor.

Menyebut korupsi dan pelakunya sebagai koruptor memang terasa terlalu manja dan elitis. Seolah, dengan menyebut hanya koruptor, ada perlakuan khusus terhadap para penjahat tak beradab itu. Merasa ekslusif. Ujung-ujungnya, korupsi dianggap budaya. Dianggap kejahatan biasa. Padahal efeknya kejam, tidak hanya memamah urang rakyat, tapi membunuh kultur bangsa, sebagai bangsa yang beradab. Korupsi adalah perbuatan tak beradab, dan pelakunya tentu saja kurang adab.

Haluanpadang.com kami pastikan menjelma sebagai media corong pemberantasan korupsi. Media yang keberpihakannya pada kebenaran, keadilan. Kebenaran yang dianut Haluanpadang.com adalah kebenaran yang terjadi pada waktu itu. Fakta yang terjadi pada waktu itulah yang akan terus dikembangkan sesuai proses jurnalistik dan etika.

Tapi kita harus sama-sama mahfum, bahwasanya, tidak semua orang yang dituduh sebagai maling uang rakyat, adalah pelaku sebenarnya. Mereka bisa jadi hanya “terhukum” karena sistem yang bobrok. Di sinilah media bermain. Media hadir sebagai penjernih, mengungkap secara utuh sindikasi yang terjadi, hingga segala salah bisa diperbaiki, termasuk kesalahan sistem.

Kami berharap, sikap yang kami ambil bisa menginisiasi publik untuk bersikap sama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan prilaku rampok ini. Ingat, rampok uang rakyat bukanlah budaya laten, sebab itu harus dilawan secara bersama-sama, dan sekeras-kerasnya perlawanan. Mari berangkulan untuk hal-hal baik! (*)

Salam Hormat, Salam Perjuangan!

 

Editor: Redaksi Haluan Padang

Tags

Terkini

Mendulang Cuan dari Setrika Arang

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:41 WIB

Sumbar Darurat Kekerasan Seksual

Rabu, 17 November 2021 | 18:23 WIB
X