Proposal Tesis Ditolak 10 Kali, Mantan Dirut Nindya Karya Jadi Wisudawan Tertua Lulus di ITS

- Senin, 28 Maret 2022 | 12:35 WIB
Ilustrasi wisuda (Foto: Freepik)
Ilustrasi wisuda (Foto: Freepik)

HALUANPADANG - Indradjaja Manopol menjadi wisudawan tertua Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat acara wisuda ke-125 yang digelar pada Ahad, 27 Maret lalu. Dia berhasil menamatkan studi magisternya di usia 63 tahun 8 bulan.

Mantan Direktur Utama PT Nindya Karya ini mengambil program studi Teknik Sipil Manajemen Konstruksi. Kelulusan Indra menjadi langkah awal akan keinginannya untuk menjadi pengajar di bidang yang hampir 40 tahun Indra geluti.

Nyaris 10 Kali Proposal Tesis Ditolak

Selama menjalani studi, Indra bercerita mengalami berbagai kendala. Salah satunya yakni kemampuan menulis ilmiah. Indra mengaku kesulitan lantaran jarang menggunakan bahasa ilmiah. Dia mengatakan tak terbiasa menulis ilmiah karena kesibukannya bekerja sebagai praktisi lapangan.

Karena itu, Indra pernah ditolak hampir sepuluh kali ketika mengajukan proposal tesis. “Ditolak hampir sepuluh kali oleh dosen pembimbing,” katanya seperti dikutip di laman resmi ITS pada Senin, 28 Maret 2022.

Indra tak patah semangat sekalipun proposalnya ditolak berkali-kali. Dia terus berusaha dan banyak membaca untuk memperbaiki tesisnya. Dia pun mendapat dukungan dari keluarga dan rekan kerja turut mengobarkan semangat Indra dalam menyusun tesis. " Tapi untungnya keluarga mendorong untuk terus maju,” tuturnya.

Selain dukungan keluarga, tekad kuat dari seorang Indra juga menjadi faktor penting keberhasilannya lulus dalam kurun waktu tiga semester. Dia mengingatkan diri sendiri untuk merasa malu ketika ingin menyerah dan harus menyelesaikan apa yang sudah dia mulai. Berkat perjuangannya, mantan Komisaris Utama PT Amarta Karya ini berhasil meraih IPK 3,92 dengan predikat cumlaude.

Tesis Bertema Keselamatan Kerja

Untuk menyelesaikan studi magisternya, lelaki asli Surabaya ini mengangkat tesis berjudul Faktor-faktor yang Menyebabkan Kegagalan maupun Keberhasilan dari Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi di Indonesia.

Tesis ini dibuat karena rasa prihatin Indra akan banyaknya kecelakaan kerja di proyek-proyek pembangunan infrastruktur. “Kecelakaan ini sangat merugikan, jadi harus ada perhatian dari seluruh pihak yang terkait,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

SNMPTN 2022 Diumumkan Besok, Bisa Cek di Link Ini

Senin, 28 Maret 2022 | 09:43 WIB

Bermaafan Sebelum Ramadan, Yakin Ada Dalilnya?

Jumat, 25 Maret 2022 | 22:20 WIB
X