Belajar Dari KIPI Di Situjuah, Mantan Wabup 50 Kota Ini Dorong Pemerintah Bentuk Tim Monev Vaksinasi

- Jumat, 18 Februari 2022 | 21:35 WIB
Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota sekaligus Koordinator Relawan Pak'Sa Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan
Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota sekaligus Koordinator Relawan Pak'Sa Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan

Haluan Padang - Seorang warga Jorong Subarang Tabek, Nagari Situjuh Banda Dalam, Kecamatan Situjuh V Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Febri Yulianti (29) mengalami kulit melepuh disekujur tubuhnya usai menerima Vaksin Covid-19.

Vaksin tersebut diterima oleh Febri pada 11 November 2011 di kantor Walinagari Situjuh Banda Dalam.

Menanggapi kejadian ini Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mendesak agar Pemerintah Limapuluh Kota membentuk tim Monitoring dan Evaluasi vaksinasi Covid-19. Langkah ini dirasa sangat perlu guna mengantisipasi kesalahan sekecil apapun dalam menjalankan program nasional ini.

"Sekarang belum ada tim Monitoring dan Evaluasi dalam menjalankan program nasional ini. Padahal keberadaan tim ini sangat perlu untuk mencegah hal seperti ini terjadi. Ini perlu kepedulian bersama dan khususnya pemerintah, tidak susah untuk membentuk tim yang tupoksinya mengevaluasi dan memonitor setiap titik pelaksanaan vaksinasi di Limapuluh Kota," kata Ferizal Ridwan, Jumat (18/2/2022).

Baca Juga: Tak Hanya Warga Situjuh, Relawan Pak'Sa Limapuluh Kota Terima Informasi Lain Soal KIPI

Ia juga mengatakan dalam setiap program nasional, hal-hal yang tidak diingin akan selalu terbuka. Namun, akan lebih baik Pemerintah Limapuluh Kota bijak dalam memandang hal ini. Apalagi soal vaksinasi yang sekarang masih ada masyarakat yang selalu dilanda keraguan dan ketakutan. 

"Jadi perlu juga tim untuk menganalisa dan menanggulangi dampak dari suatu program. Jadi tindakan seperti Mal Administrasi, pola input fiktif, prilaku menekan objek calon penerima vaksin bisa dicegah. Kalau masih dengan pola seperti hari ini, masyarakat dan pelajar akan terus dirunung rasa takut," katanya.   

Ferizal juga mengatakan dengan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti ini, tingkat kepercayaan masyarakat akan vaksinasi bakal menurun. Dengan begitu, capaian target vaksinasi di Limapuluh Kota akan terganggu.

Baca Juga: Pemuda Situjuh Banda Dalam Angkut Warga Kulit Melepuh Usai Vaksin Ke RSAM Bukittinggi

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SNMPTN 2022 Diumumkan Besok, Bisa Cek di Link Ini

Senin, 28 Maret 2022 | 09:43 WIB

Bermaafan Sebelum Ramadan, Yakin Ada Dalilnya?

Jumat, 25 Maret 2022 | 22:20 WIB
X