Tak Hanya Warga Situjuh, Relawan Pak'Sa Limapuluh Kota Terima Informasi Lain Soal KIPI

- Jumat, 18 Februari 2022 | 21:20 WIB
Koordinator relawan Palanta Aksi Kemanusiaan dan Sosial (Pak'Sa) Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan (kiri) saat penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat. (Ist)
Koordinator relawan Palanta Aksi Kemanusiaan dan Sosial (Pak'Sa) Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan (kiri) saat penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat. (Ist)

Haluan Padang - Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau yang biasa dikenal gejala medis setelah vaksinasi/imunisasi menghebohkan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat pada Jumat (18/2/2022).

Seorang warga Jorong Subarang Tabek, Nagari Situjuh Banda Dalam, Kecamatan Situjuh V Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota bernama Febri Yuliati (29) mengalami kulit melepuh di sekujur tubuhnya usai mendapatkan vaksin Covid-19 pada 11 November 2021 silam.

Febri mendapatkan vaksin Covid-19 ini di kantor wali nagari Situjuh Banda Dalam saat seluruh staff dan guru SD tempatnya bekerja harus wajib vaksin.

Namun, kejadian yang menimpa Febri ini ternyata bukan yang satu-satunya. Relawan Palanta Aksi Kemanusiaan dan Sosial (Pak'sa) Kabupaten Limapuluh Kota ternyata sudah menerima informasi dan pengaduan dari 3 warga yang mengalami sakit serius pasca mendapatkan vaksin Covid-19. Dimana salah satu laporan tersebut merupakan Febri.

Baca Juga: Kulit Warga Situjuah Melepuh Usai Terima Vaksin Covid-19

"Sebenarnya masih ada warga lain yang seperti Febri. Ada dua orang warga Limapuluh Kota lainnya. Mereka mengadu kepada Pak'Sa untuk bisa mendapatkan bantuan guna meringankan penderitaan hidup akibat penyakit yang didera," sebut Koordinator Pak'Sa Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan kepada Haluan Padang, Jumat (18/2/2022).

Palanta Aksi Kemanusiaan dan Sosial (Pak'Sa) yang dikomandoi mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021 memang kerap menjadi sasaran masyarakat yang terkena musibah dan kurang beruntung.

Mereka memanfaatkan program penyaluran bantuan kemanusiaan yang selalu dilakukan Pak'Sa agar bisa meringankan penderitaan.

"Warga yang mengalami musibah memang kerap mengadu ke Pak'Sa. Termasuk tiga warga yang sakit setelah ikut vaksin. Namun, kami membantu bukan apakah sakitnya karena vaksin atau tidak, yang jelas kami membantu secara kemanusiaan untuk meringankan derita mereka," katanya.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SNMPTN 2022 Diumumkan Besok, Bisa Cek di Link Ini

Senin, 28 Maret 2022 | 09:43 WIB

Bermaafan Sebelum Ramadan, Yakin Ada Dalilnya?

Jumat, 25 Maret 2022 | 22:20 WIB
X