Hindari Masalah Kesehatan Mentan, Kenali Disini 5 Macam Depresi yang Harus Kamu Pahami

- Minggu, 19 Desember 2021 | 19:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HALUAN PADANG - Depresi adalah salah satu masalah kesehatan mental yang serius dan berbahaya yang banyak terjadi dilingkungan sekitar kita.

Ada banyak jenis dari depresi itu mulai dari yang ringan, namun ada juga yang cukup parah hingga berisiko mengancam nyawa.

Depresi disebut sebagai penyebab kematian karena pengidapnya cenderung melukai diri sendiri bahkan melakukan percobaan bunuh diri.

Depresi biasanya akan mempengaruhi seseorang dalam berpikir dan berperilaku, serta dapat memicu berbagai masalah fisik maupun emosional.

Oleh karena itu, kita perlu mengenali apa saja macam-macam dari depresi tersebut.

1. Depresi bipolar

Jenis depresi selanjutnya adalah yang menyerang pengidap gangguan bipolar (bipolar disorder). Seorang pengidap gangguan bipolar, memiliki tiga episode utama yang menjadi gejala utamanya, yakni mania, hipomania, dan depresi.

Ketiga gejala itu dapat muncul secara bergantian. Gejala mania dan hipomania merupakan kebalikan dari depresi.

Mania dan hipomania membuat pengidap gangguan bipolar sangat bersemangat melakukan banyak hal, bahkan bisa saja berbuat impulsif tanpa pikir apa akibatnya.

Sementera ketika mengalami episode depresi, pengidapnya merasa kurang berenergi, putus asa, dan tidak minat melakukan beberapa aktivitas.

Sama seperti depresi berat, depresi bipolar juga tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, beberapa ahli percaya jika perubahan pada otak dan genetik dapat menjadi faktor yang bisa meningkatkan risikonya.

2. Seasonal affective disorder (SAD)

Gangguan afektif musiman adalah jenis depresi yang berkaitan dengan perubahan musim. Kebanyakan orang dengan kondisi ini mengalami gejala dari musim gugur dan berlanjut berbulan-bulan hingga musim dingin.

Tipe depresi ini biasanya terjadi di negara-negara yang memiliki 4 musim. Gejalanya sama seperti depresi berat, hanya saja waktu munculnya yang khas di musim-musim tertentu.

Penyebab spesifik dari depresi ini tidak diketahui secara pasti. Namun, jam biologis yang terganggu, kadar serotonin dan melatonin yang rendah bisa mempengaruhi suasana hati dan pola tidur, sehingga bisa menimbulkan depresi.

3. Depresi psikotik

Jenis depresi ini menimbulkan gejala depresi berat yang diikuti dengan delusi atau halusinasi.

Delusia adalah keyakinan pada hal-hal yang tidak didasarkan pada kenyataan, sedangkan halusinasi mengarah pada melihat, mendengar, atau merasa tersentuh oleh hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

Penyebab depresi psikotik tidak sepenuhnya dipahami. Akan tetapi, sebagian besar pengidapnya mengaku pernah mengalami peristiwa yang penuh tekanan.

Bisa juga dipengaruhi oleh riwayat kesehatan anggota keluarga dengan penyakit depresi.

Orang dengan tipe depresi ini bisa merasakan agitasi psikomotor, yang ditandai dengan tidak bisa diam bersantai, dan terus-menerus gelisah. Mereka juga bisa menunjukkan keterbelakangan psikomotor, yakni lamban dalam berpikir dan bergerak.

4. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Terakhir, jenis depresi ini hanya dialami wanita dan mirip dengan PMS (sindrom pramenstruasi), tapi dengan gejala yang lebih serius.

Depresi ini menyebabkan iritabilitas parah, depresi, atau kecemasan dalam satu atau dua minggu sebelum menstruasi Anda dimulai. Gejala biasanya hilang dua hingga tiga hari setelah menstruasi dimulai.

Peneliti tidak yakin dengan penyebab pastinya. Namun, beberapa teori menyebutkan bahwa kondisi ini ada kaitannya dengan perubahan hormon yang terjadi menjelang menstruasi.

Beberapa wanita mungkin lebih sensitif dengan perubahan tersebut, sehingga bisa menyebabkan premenstrual dysphoric disorder.

5. Depresi mayor

Gangguan suasana hati ini memiliki gejala yang intens dan berlangsung lebih dari 2 minggu. Gejala depresi yang muncul ini bisa menggangu kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya merasa sedih, pengidap depresi mayor juga kehilangan minat pada hal-hal yang disukainya, susah tidur, sulit berpikir, dan nafsu makan berubah.
Tipe depresi ini juga dikenal sebagai depresi berat. Penyebab dari depresi ini tidak diketahui secara pasti.

Akan tetapi, beberapa faktor bisa jadi penguat risikonya, seperti adanya perubahan fisik atau zat kimia di otak, perubahan hormon, dan riwayat penyakit serupa dalam keluarga.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

SNMPTN 2022 Diumumkan Besok, Bisa Cek di Link Ini

Senin, 28 Maret 2022 | 09:43 WIB

Bermaafan Sebelum Ramadan, Yakin Ada Dalilnya?

Jumat, 25 Maret 2022 | 22:20 WIB
X