Ini yang Harus Kamu Lakukan Jika Hanyut di Sungai atau Tenggelam di Laut

- Selasa, 7 Desember 2021 | 17:53 WIB
Ilustrasi Hanyut
Ilustrasi Hanyut

HALUAN PADANG - Melakukan perjalanan laut atau berenang di sungai memang adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun apa jadinya kesenangan itu kemudian menjadi malapetaka? Tentu hal itu tidak diinginkan oleh siapapun.

Namun sebagai manusia, ada beberapa hal yang harus Kamu pahami jika suatu saat Kamu berada kondisi yang tidak menyenangkan kala berenang di sungai atau melakukan perjalanan laut.

Seorang instruktur selam kenamaan Sumatera Barat, Mabruri Tanjung memberikan sejumlah tips saat manusia tenggelam di laut dan hanyut di sungai.

Berikut Ulasannya:

Hanyut di Sungai

Mabruri Tanjung menjelaskan, saat hanyut terbawa arus sungai yang deras, hal pertama yang harus Kamu lakukan adalah Kamu harus berusaha untuk tetap mengambang di permukaan sungai.

Bagaimana caranya? Menurut pria yang akrab dipanggil Tanjung ini, Kamu harus bisa memposisikan terbawa arus. Selama itu, jika kamu berada di kedalaman air, maka rongga-rongga dalam tubuh akan membawa kamu mengambang ke permukaan.

Saat sampai di permukaan, berusahalah untuk menggapai benda apa saja yang bisa membantu Kamu mengikuti arus sungai. Jika ternyata Kamu tidak menemukan benda tersebut, maka berusahalah untuk tetap di permukaan dan berenang mengikuti arus menuju pinggiran sungai.

"Intinya berenang terus sampai ke pinggir," katanya pada Haluan Padang.

Tenggelam di Laut

Saat melakukan perjalanan laut, hal buruk bisa saja terjadi pada Kamu. Namun jangan panik, setiap kapal yang kamu tumpangi tentu telah menyediakan fasilitas dan standar operasi keselamatan yang baik.

Tapi bagaimana jadinya jika ternyata di sebuah kemungkinan terburuk Kamu tidak mendapatkan fasilitas itu?

Tanjung menyebutkan, saat tenggalam Kamu sebaiknya tidak panik. Sebab, kata dia, setiap manusia yang tidak punya pengalaman berenang atau bahkan menyelam akan panik begitu dia menyadari sedang berada di kedalaman laut.

"Manusia biasa akan panik untuk mencari cara untuk menyelamatkan diri. Ketika panik, tubuh akan melakukan banyak gerakan, nah gerakan ini lah yang menganggu kinerja tubuh," papar dia.

Ia menjelaskan, ketika di kedalaman, tekanan air terhadap paru-paru juga semakin besar, namun dengan adanya udara di dalam paru-paru secara tidak langsung akan membawa tubuh mengambang ke permukaan.

"Semakin dalam tekanan semakin tinggi. Paru-paru kita juga akan tertekan. Dilepas atau tidak dilepaskan udara secara sengaja, udara akan terlepas sendiri. Itu lah dimana paru-paru akan bekerja sebagai pelampung alami dan membawa kita ke permukaan," jelas dia.

Setelah itu, kata Tanjung, bersegeralah naik ke permukaan. Setelah di permukaan, bernafaslah yang dalam dan panjang. Hal demikian bisa membantu diri Kamu bertahan lebih lama di permukaan hingga bantuan datang.

Namun pada dasarnya, disaat darurat ia mengakui bahwa hal itu cukup sulit untuk dilakukan.

"Jadi kembali lagi ke upaya prefentif dari stakeholder terkait, bagaimana penerapan standar keselamatan di fasilitas perjalanan dan lainnya. Demi keselamatan manusia," pungkasnya.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

SNMPTN 2022 Diumumkan Besok, Bisa Cek di Link Ini

Senin, 28 Maret 2022 | 09:43 WIB

Bermaafan Sebelum Ramadan, Yakin Ada Dalilnya?

Jumat, 25 Maret 2022 | 22:20 WIB
X