Mengenal Varian Covid Omicron, dari Asal Hingga Keganasannya

- Minggu, 28 November 2021 | 21:13 WIB
Varian baru virus corona, Omicron. (The Sun)
Varian baru virus corona, Omicron. (The Sun)

HALUAN PADANG - Kini sejumlah negara di dunia tengah sibuk mempersiapkan langkah antisipasi penyebaran varian Covid-19 Omicron.

Varian ini disebut-sebut memiliki tingkat keganasan yang lebih dari pada varian sebelummnya. Namun hal ini belum diteliti.

Puluhan negara di dunia bahkan telah membuat peraturan pengetatan dan pembatasan dalam bentuk syarat kedatangan pendatang asing hingga lockdown nasional.

Baca Juga: Menkes: Waspadai Varian Omicron, Tapi Jangan Sampai Termakan Hoax

Baca Juga: Menkes Sebut Masyarakat Waspada Hoax Soal Varian Covid Omicron, Ini Alasannya

Namun, darimanakah varian baru ini berasal?

CNN Indonesia menulis, varian baru dengan nomor ilmiah B.1.1.529 ini berasal dari Afrika pada 9 November lalu. Lahirnya varian baru Omicron ini juga berasal dari penularan varian lainnya.

Karena berasal dari penularan varian lainnya, muncul lah kekhawatiran bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini tidak cukup mampu menangkal Omicron.

Baca Juga: Dua Penumpang Pesawat dari Afrika Terdeteksi Positif Covid-19 Varian Omicron di Australia

Saat ini pun kasus Covid-19 varian Omicron di Afrika Selatan meningkat di hampir setiap provinsi di negara itu. Dengan penyebaran hingga ke Inggris, Jerman, Belgia hingga Hong Kong.

Dengan kondisi demikian, WHO pun memasukkan varian Omicron ini dalam daftar Variant of Concern (VOC).

Baca Juga: Tak Masuk Akal, Ini Gejala Varian Omicron yang Baru Saja Diidentifikasi Dokter

Variant of Concern sendiri adalah varian yang menjadi perhatian karena memiliki tingkat penularan tinggi, virulensi yang tinggi, dan menurunkan efektivitas diagnosis, terapi serta vaksin yang ada.

Secara rinci, WHO memaparkan bahwa Omicron bergabung dengan beberapa varian lain yang lebih dulu masuk kategori Varian of Concern seperti varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Pusat pencegahan dan Pengadilan Penyakit Eropa mengatakan varian Omicron berpotensi lolos kekebalan vaksin dan lebih cepat menular dibandingkan varian Delta.

Baca Juga: Inilah Langkah Pemerintah Indonesia Cegah Masuknya Virus Covid-19 Varian Omicron

"Ada risiko tinggi hingga sangat tinggi yang akan menyebar di Eropa," kata lembaga tersebut seperti dikutip CNN.

Para ahli pun telah merekomendasikan agar WHO menetapkan varian tersebut sebagai perhatian berdasarkan sejumlah besar mutasi varian, kemungkinan peningkatan risiko infeksi ulang, dan bukti lainnya.

Hingga kini, para ilmuwan masih terus melakukan penelitian dan belum bisa menjelaskan dengan detail apakah varian ini lebih menular dan mampu mengurangi efikasi vaksin Covid-19 yang sudah ada.

Salah satu yang memicu kekhawatiran para ahli adalah varian Omicron memiliki jumlah mutasi yang sangat tinggi, melebihi 30 sel kunci protein spike.

Baca Juga: WHO: Varian Baru Corona Omicron asal Afrika Selatan Sangat Mengkhawatirkan

Jumlah mutasi itu tidak biasa jika dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya selama ini.

Para ilmuwan khawatir tingginya jumlah mutasi Omicron dapat membuat varian Covid-19 ini lebih mudah menular dan mengurangi kekebalan imun.

Para ilmuwan berulang kali menegaskan bahwa mutasi dan varian virus corona akan terus bermunculan. Varian Omicron menjadi salah satu yang menurut para ahli perlu diwaspadai dunia.

"Kita telah melihat berbagai varian Covid-19 bermunculan setiap lima sampai enam bulan, dan sebagian besar dari mereka tidak banyak jumlahnya. Tapi ini (Omicron) berbeda. Perilakunya berbeda, seperti jauh lebih menular daripada varian Delta," kata Dekan Sekolah Kesehatan Publik Brown University, Dr Ashish Jha, seperti dikutip CNN.

Manufaktur vaksin seperti Moderna dan Pfizer/BioNTech pun segera melakukan penelitian terhadap dampak Omicron terhadap efikasi vaksin buatan mereka.

Sejumlah ahli memaparkan jika vaksin Covid-19 yang sudah ada tidak cukup efektif melawan Omicron, satu-satunya solusi yang memungkinkan sementara adalah memberikan dosis vaksin booster kepada masyarakat.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasib Malang Si Sapi Bantuan

Rabu, 5 Januari 2022 | 14:31 WIB
X