Berikut ini Ciri-ciri Anak yang Mungkin Alami Kekerasan Seksual, Cara Melaporkan, dan Cara Pencegahan

- Minggu, 21 November 2021 | 14:15 WIB
Ilustrasi pencabulan anak
Ilustrasi pencabulan anak

Lantas apa yang bisa Anda lakukan saat mengetahui anak telah mengalami kekerasan seksual?

Untuk wilayah Sumatera Barat, ada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2A
P2TP2 Kota Padang, misalnya. Jika menemukan kasus kekerasan seksual terhadap anak, non telfon berikut ini bisa dihubungi: (0751)29674 . Untuk menghubungi lewat Hp ada nomor 08126703166.

Ada juga Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMPONI PPA) milik Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak. 
Bisa juga melalui layanan call center 129  atau lewat hotline Whatsapp 08211-129-129.

Ada enam layanan yang diberikan jika Anda menghubungi PPA, di antaranya pengaduan, penjangkauan, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, dan pendampingan korban.

Anda juga bisa melaporkan langsung ke kantor polisi terdekat atau menghubungi organisasi seperti WCC Nurani Perempuan yang ada di Padang. Anda bisa meng-klik tautan berikut ini jika ingin melaporkan kasus ke Nurani Perempuan: https://nuraniperempuan.org/pengaduan/ . Selian itu Anda juga bisa menghubungi no 082386850600.

Jika Anda khawatir terhadap keselamatan hidup Anda karena melaporkan kasus kekerasan seksual pada anak, Anda bisa menghubungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Lembaga ini bisa dihubungi lewat nomor Whattsapp 085770010048 atau langsung tekan 148.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mencegah agar anak tidak mengalami kekerasan seksual?

Salah satu sebab terjadinya kekerasan seksual pada anak ialah karena anak belum memahami tubuhnya.

Dikutip dari femina.com, orang tua bisa memberi informasi mana batasan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain, serta cara membedakan mana sentuhan yang pantas dan tidak pantas. Misalnya, bagian tubuh yang tertutup pakaian dari bahu  sampai lutut tidak boleh disentuh orang lain, kecuali jika itu adalah tindakan perawatan/pengobatan oleh dokter/perawat.

Di samping itu, tanamkan juga kesadaran bahwa orang dewasa dilarang menyentuh mereka di bagian-bagian tubuh terlarang tadi dan mereka berhak menolak dengan tegas jika merasa terancam dan harus segera melapor pada Anda atau orang dewasa lain yang mereka percayai.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

Nasib Malang Si Sapi Bantuan

Rabu, 5 Januari 2022 | 14:31 WIB
X