Berikut ini Ciri-ciri Anak yang Mungkin Alami Kekerasan Seksual, Cara Melaporkan, dan Cara Pencegahan

- Minggu, 21 November 2021 | 14:15 WIB
Ilustrasi pencabulan anak
Ilustrasi pencabulan anak

 

HALUAN PADANG - Kasus kekerasan seksual dengan anak bawah umur sebagai korban terus terjadi belakangan ini. Anda, sebagai warga, orang tua, atau orang terdekat anak mesti mengetahui dan mengenali ciri-ciri anak yang kemungkinan mengalami kekerasan seksual.

Kemampuan mengenali ciri-ciri tersebut sangat penting karena anak yang jadi korban kadang tidak memahami dirinya telah jadi korban kekerasan seksual. Meski mereka tidak sepenuhnya paham, namun alam bawah sadar mereka akan merespon kekerasan tersebut. Ini akhirnya akan membuat anak menjadi bermasalah secara mental.

Kebanyakan korban anak juga merasa takut mengungkapkan pelecehan seksual yang ia alami, baik karena diancam oleh pelaku atau karena menganggap pelecehan yang terjadi diakibatkan oleh kesalahan dirinya sendiri. Namun jika ia terus memendam persoalan justru akan makin memperparah kerusakan mentalnya sendiri.

Untuk itu, kita semua dituntut menjadi orang dewasa yang proaktif. 

Dikutip dari website kpai.id.org,  Komisioner Trafficking dan Eksploitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Sholihah‎ mengungkapkan beberapa ciri yang dapat diketahui oleh orang tua, guru, maupun masyarakat.

Yang paling mudah terlihat ialah kondisi fisik anak.  Saat anak menderita memar, luka, patah tangan, atau pendarahan  tanpa sebab yang jelas,  Anda patut curiga si anak telah menjadi korban kekerasan seksual.  Terlebih jika ada masalah dengan organ reproduksi anak, seperti masalah saluran kencing.

Secara psikologis anak yang mengalami kekerasan seksual umumnya terlihat selalu ketakutan, merasa tidak aman, rendah diri, serta sulit mengendalikan kemarahan.

Anak yang mengalami kekerasan seksual juga cenderung sering terlihat kelelahan, mudah depresi, pasif, sulit memfokuskan diri, sulit berkonsentrasi, serta menarik diri dari aktivitas keseharian dan lingkungan sosial.

Jika ciri-ciri tersebut terlihat, Anda bisa menanyakan kebenarannya. Namun untuk mengajak anak membicarakannya, Anda juga harus memahami bahwa peristiwa kekerasan seksual yang dialami anak bukanlah hal yang mudah diungkapkan. Karena itu Anda harus melakukan pendekatan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Misalnya, jangan mendesak anak,  berikan ia waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu hingga ia dapat bercerita secara terbuka.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

Mendulang Cuan dari Setrika Arang

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:41 WIB

Sumbar Darurat Kekerasan Seksual

Rabu, 17 November 2021 | 18:23 WIB
X