KPAI Akan Advokasi Pemenuhan Hak Dua Anak Korban Perkosaan Berjamaah di Padang

- Kamis, 18 November 2021 | 15:42 WIB
Ilustrasi Kekerasan Seksual (HALUAN CREATIVE | M Budiman)
Ilustrasi Kekerasan Seksual (HALUAN CREATIVE | M Budiman)


HALUAN PADANG - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan akan mendampingi dua anak bawah umur yang menjadi korban perkosaan bergilir oleh kerabat-kerabatnya sendiri di Padang. Kedua korban diperkosa beberapa kali diringi pemukulan.

“KPAI akan mendampingi kedua korban yang berumur di bawah 12 tahun tersebut,” jelas Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, saat diwawancari Haluanpadang lewat percakapan Whatsapp, Kamis (18/11).

Rita juga mengatakan advokasi terhadap para korban sangat penting agar bisa mendapatkan pemulihan. “Sekali lagi, KPAI akan advokasi korban. Supaya hak dua korban bisa dipenuhi, supaya bisa dapatkan pemulihan,” tegas Rita.

Menurut Rita, dampak yang dialami dua korban bisa sangat buruk. Selain berdampak secara fisik, peristiwa itu juga bisa meninggalkan trauma berkepanjangan. Apalagi yang menjadi pelaku adalah keluarganya sendiri. Ini akan memperberat beban yang diderita korban. Karena itu, ia menekankan lagi bahwa pemulihan korban adalah hal yang terpenting untuk saat ini.

“Ini menjadi bagian penting, agar para korban bisa pulih dan fungsi sosialnya kembali normal, agar mereka bisa kembali bemain dan belajar layaknya anak-anak lain,” lanjut Rita

KPAI juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dua korban. “Peristiwa yang sangat memprihatinkan. Pasti sulit, pasti tidak mudah bagi korban, karena pelaku kerabatnya sendiri, sampai menangis bercerita ke tetangga. KPAI sangat merasa prihatin,” ungkap Rita

Ia menambahkan, seharusnya kerabat yang ada di sekeliling korban menciptakan ruang aman bagi anak. Namun justru mereka yang menjadi pelaku kekerasan seksual pada kerabatnya sendiri yang masih anak-anak.

Seperti diberitakan Haluanpadang sebelumnya, 3 pelaku perkosaan tersebut merupakan kakek, paman, dan sepupu kandung dari para korban, 1 lainnya tetangga. Di samping itu, 2 kakak kandung korban lainnya, yang masih di bawah umur, juga ikut terlibat meski tidak sampai memperkosa dua korban yang berusia 5 dan 7 tahun itu.

Di samping itu, KPAI menuntut pelaku dewasa dihukum maksimal. Sementara pelaku anak di bawah umur bisa ditangani dengan sistem peradilan anak. Di sana, menurut Rita, anak-anak tersebut akan mendapat treatment berbeda.

Pemerkosaan terhadap 2 anak perempuan bawah umur itu baru terungkap Rabu (17/11), setelah tetangga bertanya soal apa yang terjadi dengan korban. Tetangga mulai curiga sejak kedua korban lebih suka berdiam diri di rumahnya dibanding rumah mereka sendiri . Kondisi seperti itu sudah cukup lama berlangsung. Sambil menangis mereka mengatakan tidak mau pulang lantaran takut diperkosa dan dipukuli. Selama ini mereka bungkam karena diancam para pelaku.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

SNMPTN 2022 Diumumkan Besok, Bisa Cek di Link Ini

Senin, 28 Maret 2022 | 09:43 WIB

Bermaafan Sebelum Ramadan, Yakin Ada Dalilnya?

Jumat, 25 Maret 2022 | 22:20 WIB
X