Pentingnya Deteksi Dini dan Kolaborasi untuk Cegah dan Tangani Kekerasan Seksual

- Kamis, 18 November 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi Kekerasan Seksual (HALUAN CREATIVE | M Budiman)
Ilustrasi Kekerasan Seksual (HALUAN CREATIVE | M Budiman)

HALUAN PADANG – Menanggapi kasus perkosaan berjamaah oleh anggota keluarga terhadap dua anak di bawah umur berusia 5 dan 7 tahun, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berancana (DP3AP2KB) Editiawarman menyampaikan pentingnya deteksi dini untuk cegah dan tangani kasus  kekerasan seksual.

Ia mencontohkan bagaimana deteksi dini diterapkan pada kasus perkosaan berjamaah oleh anggota keluarga terhadap korban di bawah umur tersebut. Kasus tersebut tidak akan terungkap dan korban belum tentu akan terselamatkan tanpa deteksi dini atau peran aktif warga di lingkungan korban.

Saat itu tetangga korban berperan aktif ketika mengetahui ada kekerasan seksual di lingkungannya. Tidak hanya membantu melaporkan kejadian, tetangga korban juga ikut membantu penanganan.

“Contohnya pada kasus yang baru diberitakan oleh Haluan.com, sebelumnya, kan, orang tidak banyak tahu. Jika seandainya terhadap korban tidak ada penanganan, coba bayangkan berapa lama korban akan menderita. Bahkan lebih ngeri lagi, korban bisa berubah menjadi pelaku,” jelas Editiawarman pada Haluan Padang lewat sambungan telepon, Rabu (17/11).

Menurut Editiawarman, di samping pemenuhan kebutuhan korban, hal yang patut diperhatikan dalam kasus ini  adalah kenyataan bahwa pelaku merupakan keluarga dekat korban. Ada semacam hambatan yang membuat korban enggan melapor. Sementara kasus perkosaan sendiri termasuk delik aduan. Harus ada yang melapor terlebih dahulu. Inilah yang makin membuat deteksi dini menjadi penting.

“Kadang, dalam kasus kekerasan seksual, anggota keluarga sendiri tidak mau melaporkan, sementara perkosaan merupakan delik aduan. Maka kita dorong anggota keluarga, RW, RT, atau siapa pun untuk membuat laporan,” ujarnya.

Ketika kasus tersebut terungkap, terang Editiawarman, pihaknya menfasilitasi proses selanjutnya. Antara lain ke Kepolisian, bekerja sama dengan RT, RW, serta tokoh masyarakat yang mendukung perlindungan terhadap anak.

Berkat itu semua anak-anak yang menjadi korban dalam kasus perkosaan bersama-sama oleh anggota keluarga tersebut, mendapat penanganan sejak Selasa (16/11) malam.

“Malam hari kita koordinasi dengan RW dan tokoh-tokoh masyarakat, dan tim kita berkoordinasi dengan Kepolisian. Alhamdulillah Polres mengamankan dulu malam tadi. Paginya tim kita datang (ke Polres, red.), anak kita jangkau, kita kerja sama dengan LSM yang peduli mengamankan korban ke suatu tempat,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Nasib Malang Si Sapi Bantuan

Rabu, 5 Januari 2022 | 14:31 WIB
X