Cegah Gesekan, Dua Aliran Kepercayaan di Pasaman Barat Dalam Pengawasan PAKEM

- Jumat, 24 September 2021 | 19:13 WIB

HALUANPADANG.COM - Sejumlah pihak terkait yang tergabung dalam Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Pasaman Barat melakukan rapat koordinasi terkait munculnya dua aliran kepercayaan di daerah tersebut.

Dua aliran kepercayaan tersebut adalah Jamiatul Islamiyah dan Agama Bahai. Kelompok Jamiatul Islamiyah sendiri sudah lama berada di Pasaman Barat karena sempat heboh dengan dugaan jamaahnya melaksanakan haji ke Gunung Kerinci.

Sedangkan agama Bahai memang baru dan diperkirakan ada sekitar 23 kepala keluarga yang bergabung dalam kelompok ini. Namun ketua Pakem Pasaman Barat, Elianto mengatakan kedua kelompok ini tidak berkegiatan secar terang-terangan dan dalam pengawasan ketat.

“Hasil rapat Koordinasi kita kemarin, diketahui Bahai dan Jamiatul Islamiyah ini ada di Kabupaten Pasaman Barat. Dalam pemantauan dan pengawasan ketat kita. Karena, baik Baha’i maupun Jamiatul Islamiyah ini di luar yang diakui oleh pemerintah,” kata Elianto dikutip dari viva.co.id.

Menyikapi munculnya aliran kepercayaan ini di tengah masyarakat, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumbar Duski Samad mengatakan agar masyarakat tetap menjaga kerukunan.

"Masyarakat sebaiknya bersikap tetap menjaga kerukunan, karena persoalan agama adalah persoalan individu masing-masing. Apabila persoapan agama sudah dibawa ke ranah publik, maka itu adalah tugas negara beserta aparat-aparatnya untuk mengendalikan,” kata Duski Samad saat dihubungi haluanpadang.com.

Lebih jauh Duski Samad menyebutkan FKUB Sumbar juga tidak bisa bertindak lebih jauh karena lembaga tersebut hanya berperan dalam menjaga kerukunan 6 agama yang diakui oleh negara.

Menurutnya selagi kelompok agama dan kepercayaan tersebut tidak membawa ajaran mereka ke ranah publik, maka masyarakat juga perlu untuk menghargai hak mereka atas apa yang mereka percayai.

“Begitu juga dalam konteks agama baha'i, jika mereka menjalankan ajaran agama mereka untul mereka sendiri, di tempat mereka, kita hargai hak itu,” ujar Duski Samad.(*)

Halaman:

Editor: Emen HLN

Terkini

Mendulang Cuan dari Setrika Arang

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:41 WIB

Sumbar Darurat Kekerasan Seksual

Rabu, 17 November 2021 | 18:23 WIB
X