Anak Muda China Hanya Boleh Main Videogame Tiga Jam dalam Seminggu

- Senin, 30 Agustus 2021 | 21:13 WIB

 

HALUANPADANG.COM – Pemerintah China mengeluarkan peraturan tegas terkait aktivitas game selama minggu sekolah. Di negeri tirai bambu itu, anak-anak muda, terkhusus kaum pelajar, hanya diperbolehkan bermain game selama tiga jam dalam seminggu. Itupun cuma diizinkan di akhir pekan, dengan pembagian waktu satu jam sehari.

Keputusan tak popular yang diambil China di tengah kegandrungan anak muda terhadap videogame di dunia, dilatari ketakutan akan ancaman penyakit sosial, karena kecanduan videogame. China menganggap, videogame sudah mengalihkan anak muda dari sekolah dan tanggungjawab keluarga. Pemimpin China Xi Jinping, juga telah memperingatkan secara terbuka dalam beberapa bulan terakhir tentang bahaya kecanduan game bagi kaum muda, pernyataan itulah yang telah memberi lebih banyak tekanan pada para pejabat untuk bertindak. “Secara efektif melindungi kesehatan fisik dan mental anak di bawah umur,” kata Kantor Berita Xinhua yang dikelola pemerintah China, terkait keputusan ini pada Senin, 30 Agustus 2021.

Dikutip dari The Wall Street Journal, pelarangan berlaku pada Senin dan Kamis. Sedangkan untuk Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur, izin cuma diberikan satu jam, itupun rentang waktu pukul 20.00 WIB – 21.00 WIB. China tidak memberikan klasifikasi batasan umum secara rinci. Tapi, peraturan sebelumnya, berlaku untuk anak muda yang berusia 18 tahun ke bawah. Selain batasan usia, China juga tidak mengumumkan langkah penegakan peraturan yang akan mereka ambil jika ada warganya yang melanggar. 

Peraturan baru China ini diperkirakan akan berdampak pada industri game online yang memang tumbuh subur di China. China diketahui memang sedang berusaha mengendalikan industri teknologi. Apalagi, videogame telah menjadi objek kemarahan publik Beijing. Industri game online, digambarkan dimotivasi oleh keuntungan dengan mengorbankan moral publik. Kemarahan kian menjadi ketika salah satu media massa di Beijing memuat tulisan yang menggambarkan game online sebagai candu untuk pikiran. Kemarahan tersebut memicu aksi jual saham Tencent, perusahaan teknologi terbesar di China.

Tencent Holdings sebagai perusahaan game online terbesar di dunia dan berpusat di China, sudah memberikan pernyataan, akan terus melakukan pengetatan penggunaan aplikasi game yang dibuatnya. Perusahaan itu sudah memperkenalkan berbagai fungsi baru untuk melindungi anak di bawah umur dengan lebih baik. Tencent mengklaim telah menggunakan kombinasi teknologi yang secara otomatis mengeluarkan pemain setelah jangka waktu tertentu dan menggunakan teknologi pendaftaran nama asli dan pengenalan wajah untuk membatasi permainan bagi anak di bawah umur.

Diketahui, pada tahun 2018, China berhenti mengeluarkan lisensi videogame selama hampir sembilan bulan di tengah kekhawatiran serupa, Keputusan itu membuat Tencent kehilangan penjualan lebih dari $1 miliar dan menyebabkan penurunan harga sahamnya secara berkepanjangan. Kelanjutannya, pada 2019, pemerintah melarang pengguna berusia di bawah 18 tahun untuk bermain videogame antara pukul 10 malam. dan jam 8 pagi, dan membatasi mereka untuk bermain videogame lebih dari 90 menit pada hari kerja. Pengguna antara 16 dan 18 tahun juga tidak diizinkan menghabiskan lebih dari 400 yuan, setara dengan sekitar $60, setiap bulan untuk videogame.

Tencent sendiri mengaku tidak masala terkait kebijakan tersebut. Presiden Tencent Martin Lau mengatakan anak di bawah umur hanya menyumbang sebagian kecil dari pendapatan game online-nya. Pemain di bawah usia 16 tahun hanya menyumbang 2,6 persen dari pendapatan game kotornya di China selama kuartal April-Juni, katanya, kuartal di mana pendapatan game elektronik perusahaan naik pada laju paling lambat sejak 2019. (*)

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Enggan Bayarkan Zakat? Siap-siap Kena Azab Pedih!

Rabu, 22 September 2021 | 11:05 WIB

Sah! Super Weekend II PMPL PUBG Milik Bonafide

Minggu, 5 September 2021 | 22:26 WIB

Wuih! Player Esport Digaji Pakai Kripto

Jumat, 3 September 2021 | 16:21 WIB
X