Heboh! Mantan Manajer Semen Padang FC Sebut Klub Hanya Jadi Kendaraan Politik Oleh Sosok Ini

- Kamis, 16 Desember 2021 | 15:15 WIB
Mantan Manajer Semen Padang FC, Effendi Syahputra (Langgam.id)
Mantan Manajer Semen Padang FC, Effendi Syahputra (Langgam.id)

HALUAN PADANG - Maantan Manajer Semen Padang FC, Effendi Syahputra kembali berkicau soal kondisi klub berjuluk Kabau Sirah pasca melalui musim berat di kompetisi Liga 2. Kali ini soal adanya sosok yang menjadikan klub sebagai kendaraan politik.

Effendi mengungkapkan hal demikian di akun Twitter pribadinya @effendi_sp. Dalam cuitannya tersebut, ia mengatakan bahwa sosok yang menjadikan klub sebagai kendaraan politik tersebut adalah orang yang ia namai sebagai Polisi India-Inspektur Vijay.

Ia merasa bahwa dirinya dipaksa mundur dari jabatannya di klub setelah peforma tim dalam mengarungi kompetisi Liga 2 menurun, bahkan nyaris terdegradasi ke Liga 3.

Baca Juga: Effendi Bongkar Keuangan Klub di Twitter, Mantan Asisten Manajer SPFC: Kehilangan Kebun Ya Lo?

Sementara pada dasarnya, kebijakan manajemen di awal musim yang mengatakan bahwa target besar Semen Padang FC di musim 2021 ini bisa bertahan di Liga 2 menurut dia cukup realitis. Hanya saja ada pihak lain yang menjadikan target tersebut seolah tidak populis.

Pihak lain yang dimaksud Effendi adalah sosok Polisi India-Inspektur Vijay tersebut. Bagi Effendi sendiri, sosok Polisi India ini memberikan penilaian buruk atas target tim tersebut demi popularitas sosok itu secara politik-ketika tim harusnya bisa promosi.

"Isu bertahan memang ga populis, tp dia realistis (masuk akal) tp ini pasti kalah sm isu promosi, krena itu bombastis dan pasti bikin populis siapa aja yg meng-gaung-kan," katanya.

Baca Juga: Mantan Manajer Berkicau Soal Keuangan Klub, SPFC Belum Beri Penjelasan

"Harapannya tentu elektabilitas terdongkrak, jgn lupa kan mau musim pemilihan, sampaindisini sdh paham??," tulisnya.

Effendi memaparkan bahwa proses yang dilalui oleh Semen Padang FC untuk bisa kembali ke Liga 1 tidak mudah. Terkhusus, kata dia soal kondisi keuangan, sebab saat ini klub masih menampung anggaran dari PT Semen Padang dan Semen Indonesia.

"Membangun sbuah klub mangkrak dgn utang bejibun spti ini prlu waktu, tdk bisa instan mau main kompetisi utama, semua harus di beresin pondasi harus dikuatin lgi, mulai ngurangi 'netek' dari pabrik, mulai mandiri, berdiri, jalan dan jgn maksa langsung lari, ini yg sdg km lakukan," ungkap dia.

Baca Juga: Bukan Manajemen, Ternyata 2 Tahun Belakangan Gaji Pemain Semen Padang FC Dibayar Oleh Sosok Ini

Khusus masalah keuangan klub, Effendi mengklaim bahwa selama dirinya menjabat sebagai manajer klub, utang klub sudah jauh berkurang.

"Silahkan tny dirkeu, brp uang klub yg sy selamatkan, mulai restruktur utang, cari sponsor luar, memenangkan sidang gugatan pemain asing, memotong anggaran team dll, hasilnya utang klub dr 17-18M skg jd tinggal 8-9M saja," jelas dia.

Dengan hal demikian, sebagai manajer, Effendi menyebut dirinya tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun, apalagi, katanya, intervensi yang bersifat politis.

"Polisi india ga bs ancam2 saya, saya bukan pegawai pabrik yg bs diintimidasi tarek ke barak kl melawan, sy jg bukan org partai dia yg bisa di PAW di dewan kl ngelawan, dan sy jg bukan vendor yg takut PO Batubara sy di stop kepala pabrik kl melawan," pungkasnya.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UEFA Nations League, Belgia Lumat Polandia 6-1

Kamis, 9 Juni 2022 | 10:26 WIB
X