Selain Polisi India, Effendi Juga Sebut Sosok Kopral Gembul yang Diduga Jadi Biang Kekacauan Klub Semen Padang

- Rabu, 15 Desember 2021 | 12:22 WIB
Mantan Manajer Semen Padang FC, Effendi Syahputra (Langgam.id)
Mantan Manajer Semen Padang FC, Effendi Syahputra (Langgam.id)

HALUAN PADANG - Mantan manajer klub Semen Padang Fc, Effendi Syahputra membongkar keberadaan sosok yang diduga menjadi cikal terganggunya keuangan serta peforma klub berjuluk Kabau Sirah tersebut.

Ia membeberkan beberapa hal seputar keterlibatan sosok yang ia panggil sebagai Polisi India tersebut di akun Twitter pribadinya @effendi_sp sejak 10 Desember 2021 lalu.

Effendi yang mundur dari manajemen klub pada Senin (22/11) setelah membawa SPFC hampir degradasi ke Liga 3 itu mengambarkan sosok Polisi India dalam klub sebagai pahlawan di akhir episode.

Pada berita pertama, Haluan Padang menuliskan sosok seorang Polisi India yang diberinama oleh Effendi lewat banyak cuitannya di Twitter.

"Polisi India selalu muncul jadi pahlawan di akhir episode, pas momen lagi ramai-ramai, di bawah sorot lensa media dan kicauan buzzerp yang mengelu-elukannya. Setelah itu..hmmm," cuit Effendi, 10 Desember lalu.

Baca Juga: Effendi Bongkar Dugaan Kekacauan di Semen Padang FC, Mulai dari Sosok Polisi India Hingga Dana 12 Miliar

Kali ini, ternyata selain sosok seorang Polisi India yang dinamai Inspektur Vijay oleh Effendi, ada pula sosok lain yang menurut dia jadi biang kekacauan dalam tubuh klub.

Sosok itu adalah Kopral Gembul. Effendi menggambarkan sosok ini sebagai seorang yang berbadan gendut yang pernah menduduki jabatan di klub Semen Padang FC.

Kekacauan yang dimaksud adalah kondisi keuangan klub saat mengarungi kompetisi Liga 2 sejak 2020 lalu. Saat itu, kata dia, klub membutuhkan dana besar dan sosok Inspektur Vijay mengetahui kondisi demikian.

Apalagi, Effendi mengungkapkan bahwa saat itu klub Semen Padang FC berhutang sehingga semua dan yang terima klub diprioritaskan untuk membayarkan hutang. Sementara itu, dana yang diterima klub dari Semen Indonesia makin lama makin kecil.

"Inspektur Vijay ini udah tau duit segitu di tahun 2021 gak akan mungkin bisa bawa klub ini promosi, coba cek Google dia sendiri kok yang bilang dana 2021 cair Rp8-9 M dan klub siap mengarungi kompetisi, terus kenapa di akhir musim belagak amnesia," ungkap dia.

"Sebenarnya #inspekturvijay ni nggak tau menau soal berapa sih bujet ideal sebuah klub, cuma karna ada kompor anak buah nya, kita sebut saja #kopralgembul karena tampilannya yang gembung dan bulat yang seakan belum rela hilang kekuasaannya di klub ini," imbuhnya.

Sosok Kopral Gembul ini lah, sebut Effendi yang selalu memberi informasi palsu pada Inspektur Vijay yang katanya demi bisa mempraktekan manajemen kotor di klub Semen Padang FC.

"#kopralgembul inilah yg slalu memberi 'data-intelijen' palsu kpd #inspekturvijay dgn harapan kopral bisa dapat posisi kembali di team ini dan bisa leluasa mempraktekan manejemen kotor yg pernah dan sudah laZim di dgr umum di masa lampau," tambah Effendi.

Lewat Twitnya, Effendi lagi-lagi menuding, perlakuan Inspektur Vijay dan Kopral Gembul ini demi menyingkirkan pihak-pihak yang telah berjuang memperbaiki pondasi klub Semen Padang FC.

"Kebayang bukan bagaimana kolaborasi dua polisi india ini melancarkan akal bulus nya untuk menyingkirkan kami semua yang bersusah2 berjuang bekerja memperbaiki pondasi klub yg telah rapuh di makan masalah2 masa lalu, semua cara di lakukan asal kita #Out," tutur dia.

Menurut Effendi, dua sosok tersebut kerap bekerja dengan melemparkan fitnah, membentuk opini dengan membunuh karakter lewat buzzer agar masyarakat percaya dengan mereka.

"Liat lah serangan-serangan fitnah, pembentukan opini, pembunuhan krakter yang di lancarkan para polisi india ini dgn sekutu2 dan buzzeRP piaraan mereka, semua untuk menggiring agar masyarakat percaya dengan semua titah2 mereka."

"Semua digiring untuk membuat seseorang menjadi penjahat terbesar dalam sejarah klub,pdhl ada bgtu banyak org di management spti CEO, CFO, Komut, Komisaris, Sekum, team coach, namun semua itu seakan di klub hanya satu orang aja yakni Manager," pungkasnya kemudian.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UEFA Nations League, Belgia Lumat Polandia 6-1

Kamis, 9 Juni 2022 | 10:26 WIB
X