PSP Padang Klaim Pertandingan Dengan PSKB Bukittinggi Penuh Kontroversi

- Selasa, 7 Desember 2021 | 20:28 WIB
Manajemen PSP Padang saat menggelar konferensi pers terkait keputusan wasit yang menghentikan pertandikan PSP Padang Vs PSKB Bukittinggi, Senin (6/12/2021) silam
Manajemen PSP Padang saat menggelar konferensi pers terkait keputusan wasit yang menghentikan pertandikan PSP Padang Vs PSKB Bukittinggi, Senin (6/12/2021) silam

Haluan Padang - Pertandingan melawan PSKB Bukittinggi, diklaim oleh PSP Padang penuh dengan kontroversi. Beberapa hal yang tidak seharusnya terjadi, dibiarkan oleh panitia pertandingan dan wasit. Sebagai protes, PSP Padang tidak mengakui hasil Semifinal Liga 3 tingkat Sumatera Barat, yang dilaksanakan di Stadion Sungai Sariak, Padang Pariaman, Senin (6/12/2021).

Hal tersebut disampaikan Manejer PSP Padang Irwan Afriadi didampingi Sekretaris PSP Haris Hidayat, Direktur Teknik Joni Efendi, Pelatih Kepala PSP Delfi Adri dan sejumlah pengurus lainnya, dalam jumpa pers Selasa (7/12/2021).

Kontroversi pertama yang dilihat PSP Padang terlihat dari banyaknya penonton di stadion. Padahal, panitia pelaksana tidak mengantongi izin keramaian. 

“Padahal dalam technical meeting disepakati bahwa penonton tidak boleh lebih dari 299 orang. Sebelum main, kami sudah bertanya kepada Match Commisioner, kenapa penonton sampai sebanyak ini. Mana surat izin keramaiannya, ini sudah melanggar kesepakatan technical meeting. Tapi Match Commisioner menjawab sudah ada izin keramaiannya,”terang Irwan Afriadi. 

Kontroversi kedua, dinilai Irwan datang dari keputusan wait yang menghentikan pertandingan disaat PSP Padang tengah berupaya menyamakan kedudukan.

"Setiap detik pertandingan sepakbola itu berharga. Apalagi, di menit-menit terakhir. Kami yang tengah tertinggal kedudukan sedang on fire untuk menyamakan kedudukan. Tapi malah dihentikan sepihak oleh wasit," sebutnya. 

Sedangkan kontroversi ketiga, dinilai Irwan terkait keberadaan Walikota Bukittinggi, Erman Safar yang dinilai tidak pas dilibatkan dalam keputusan wasit menghentikan pertandingan.

"Jadi sebagai apa Walikota Bukittinggi ini ikut berunding terkait keputusan wasit menghentikan pertandingan. Ada apa ini? Apa urusan walikota. Kami curiga ini ada main mata," kata Irwan lagi.

Oleh karena itu, manajemen PSP ditegaskan Irwan tidak mengakui hasil pertandingan yang telah terlaksana. Pihaknya akan melaporkan kejadian ini kepada Asprov PSSI Sumbar dan Ketua PSSI Pusat

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Terkini

Watford Kalah Telak atas Norwich, 3 Gol Tanpa Balas!

Sabtu, 22 Januari 2022 | 11:42 WIB

Juventus Raih Kemenangan 4-1 atas Sampdoria!

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:06 WIB

AC Milan Tumbang di Kandang oleh Spezia: 1-2

Selasa, 18 Januari 2022 | 08:15 WIB
X